Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 Juli 2025 | 03.49 WIB

10 Ungkapan Umum Orang Kelelahan Emosional dalam Percakapan Sehari-hari

Ilustrasi seseorang yang duduk di sofa dengan gawai di tangan, dikelilingi oleh tumpukan pekerjaan, menunjukkan kelelahan./Freepik - Image

Ilustrasi seseorang yang duduk di sofa dengan gawai di tangan, dikelilingi oleh tumpukan pekerjaan, menunjukkan kelelahan./Freepik

JawaPos.com - Orang yang mengalami kelelahan emosional jarang sekali mengakui bahwa mereka sedang mengalami burnout.

Sebaliknya, mereka cenderung menunjukkannya melalui cara-cara kecil atau komentar singkat.

Hal ini terlihat jelas dari pilihan kata yang keluar saat energi emosional mereka sudah sangat terkuras.

Melansir dari Geediting.com Sabtu (28/6), frasa yang terucap dapat menjadi petunjuk. Jika kita memperhatikan dengan saksama, pola ini akan menjadi mudah untuk dikenali.

Mari kita telaah beberapa ungkapan sehari-hari yang dipakai orang yang terkuras emosinya, bahkan tanpa mereka sadari. 

1. "Saya hanya lelah, itu saja"

Ungkapan ini adalah klasik dan sering diucapkan oleh banyak orang. Terkadang memang benar-benar hanya kelelahan fisik yang dirasakan seseorang. Namun, lebih sering ini adalah kode untuk mengatakan "Saya kewalahan, tapi saya tidak ingin membicarakannya."

Orang yang kelelahan emosional cenderung mengecilkan stresnya yang besar. Mereka tidak ingin terlihat berlebihan, jadi mereka menganggapnya "hanya lelah" dan terus berusaha keras.

2. "Itu tidak penting"

Frasa ini biasanya keluar ketika sesuatu jelas-jelas sangat penting sekali. Orang yang terkuras emosinya berhenti memperjuangkan hal-hal yang mereka pedulikan. Bukan karena tidak peduli, melainkan tidak punya energi lagi untuk menjelaskan atau membela diri.

Mereka sudah tidak ingin lagi membuat satu keputusan pun dalam hidupnya. Mereka memilih apatis sebagai bentuk perlindungan diri.

3. "Saya baik-baik saja" 

Ini adalah satu di antara frasa paling tidak jujur yang sering kita gunakan. Ungkapan ini menjadi jawaban otomatis dan respons standar bagi banyak orang. Namun, jika seseorang jelas-jelas tidak seperti biasanya dan terus mengatakan "Saya baik-baik saja" tanpa menatap mata Anda, itu biasanya menjadi tanda bahaya.

Kadang, "Saya baik-baik saja" berarti "Saya membutuhkan Anda, tapi saya tidak tahu bagaimana mengatakannya." Mereka kesulitan menyampaikan perasaan sulitnya.

4. "Saya tidak bisa menghadapi ini sekarang"

Ungkapan ini sangat jujur, sekaligus menjadi tanda peringatan penting. Saat seseorang mengatakan ini, seringkali artinya adalah: otak saya sudah penuh. Emosi saya sudah terkuras habis.

Tolong jangan tambahkan beban apa pun lagi kepada saya. Ini bukan penghindaran, melainkan bentuk bertahan hidup yang mendesak.

5. "Saya tidak peduli lagi"

Ungkapan ini bisa terasa menyakitkan, terutama jika Anda yang mendengarnya langsung. Namun, orang yang kelelahan emosional sering mencapai titik di mana sikap apatis menjadi lebih mudah daripada frustrasi. Mereka mulai melepaskan diri sebagai bentuk pertahanan diri yang ekstrem.

Mereka sudah tidak memiliki sisa energi untuk merasakan apa pun. Kebiasaan ini adalah tanda nyata burnout yang parah.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore