Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 Juli 2025 | 03.44 WIB

8 Kepercayaan Lama Generasi Boomer Sulit Ditinggalkan Meski Sudah Terbantahkan

Ilustrasi figur yang merepresentasikan generasi lebih tua, mungkin sedang memikirkan ide-ide lama./Freepik - Image

Ilustrasi figur yang merepresentasikan generasi lebih tua, mungkin sedang memikirkan ide-ide lama./Freepik

JawaPos.com - Generasi Baby Boomer seringkali punya keyakinan yang sulit diubah. Mereka berpegang teguh pada ide-ide tertentu, bahkan ketika sudah terbukti salah berkali-kali. Memang wajar bagi setiap manusia punya sifat keras kepala.

Namun, kaum Boomer kadang membawa hal ini ke tingkat berbeda dalam menghadapi informasi baru.

Melansir dari Geediting.com Selasa (15/7), ada delapan keyakinan kuno yang mereka enggan lepaskan. Padahal, semua itu telah terbantahkan secara menyeluruh.

Berikut adalah delapan keyakinan yang masih dipegang teguh oleh generasi Boomer:

  1. Infinitif Terpisah Adalah Dosa Gramatikal

Infinitif terpisah adalah "aturan" tata bahasa yang menjadi perdebatan. Boomer diajari untuk tidak pernah memisahkan infinitif seperti "to go" atau "to write". Namun, para ahli bahasa modern telah membantah keyakinan ini. Memisahkan infinitif tidak merusak kalimat atau maknanya.

  • Teknologi Merusak Interaksi Manusia

  • Banyak Boomer percaya bahwa teknologi adalah akhir dari interaksi manusia yang bermakna. Mereka mungkin menganggap penggunaan ponsel merusak komunikasi tatap muka. Faktanya, teknologi hanya mengubah cara kita berkomunikasi, bahkan membuka jalan baru.

  • Manusia Hanya Menggunakan 10% Otak

  • Keyakinan ini sering diulang oleh Boomer, menyatakan bahwa manusia hanya menggunakan 10% otaknya. Mereka percaya 90% potensi belum terungkap dan bisa dimanfaatkan. Namun, neuroscience telah membantah ini, sebab setiap bagian otak aktif sepanjang hari.

  • Sulit Mengajari Anjing Tua Trik Baru

  • Pepatah ini sering dijadikan alasan bagi Boomer untuk tidak beradaptasi dengan hal baru, seperti teknologi modern. Keyakinan di baliknya adalah kemampuan belajar dan beradaptasi berkurang seiring usia. Penelitian menunjukkan otak mampu belajar dan beradaptasi pada usia berapa pun.

  • Pelanggan Selalu Benar

  • Ini adalah keyakinan klasik yang sering dilontarkan oleh Boomer, bahwa pelanggan selalu benar. Meskipun penting untuk mendengarkan masukan pelanggan, pendekatan ini dapat menciptakan dinamika tidak sehat. Kebutuhan pelanggan harus seimbang dengan kebutuhan bisnis dan karyawan.

  • Jam Kerja Lebih Lama Berarti Lebih Produktif

  • Editor: Hanny Suwindari
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore