
seseorang yang baik meski dibesarkan dalam lingkungan toxic./Freepik.
JawaPos.com – Lingkungan seharusnya menjadi tempat yang aman dan mendukung, baik di rumah, tempat kerja, hingga pergaulan sosial.
Namun, tidak semua lingkungan seperti itu. Ada juga yang terasa menguras emosi, memicu stres, dan membuat Anda merasa tidak cukup baik. Inilah yang disebut sebagai lingkungan toxic.
Lingkungan toxic tidak selalu terlihat jelas, bisa berupa atasan yang sering meremehkan, teman yang suka menjatuhkan, keluarga yang manipulatif, atau bahkan suasana kerja yang kompetitif secara tidak sehat.
Efeknya tidak sekadar membuat lelah, tapi berdampak serius pada kesehatan mental dan emosional seseorang.
Lingkungan disebut toxic ketika ada pola berulang yang membuat individu merasa tertekan, tidak aman secara emosional, dan kehilangan kendali atas dirinya sendiri.
Ini bisa muncul dalam bentuk seperti, kritik yang tidak membangun, manipulasi emosional, sikap dingin atau pengabaian, perlakuan tidak adil atau penuh tuntutan.
American Psychological Association tahun 2024, menyebutkan lingkungan toxic memicu respons stres kronis yang, jika berlangsung lama, bisa menyebabkan kecemasan, depresi, burnout, bahkan gangguan tidur.
Dampak psikologis lingkungan toxic, berikut adalah beberapa efek serius lingkungan toxic terhadap kesehatan mental:
Stres kronis dan kelelahan emosional
Individu yang berada dalam lingkungan beracun cenderung mengalami stres berkepanjangan yang tidak disadari.
Hal ini bisa membuat tubuh terus-menerus dalam keadaan siaga, sehingga rentan terhadap kelelahan dan gangguan imun.
Kehilangan rasa percaya diri
Terus-menerus direndahkan, disalahkan, atau diabaikan bisa membuat seseorang mulai meragukan nilai dirinya sendiri. Lama-kelamaan, mereka merasa tidak berharga atau tidak layak diperjuangkan.
Gangguan tidur dan konsentrasi
Lingkungan toxic bisa membuat pikiran terus aktif bahkan saat malam hari, memicu insomnia, mimpi buruk, atau sulit berkonsentrasi saat bekerja atau belajar.
Meningkatnya risiko depresi dan kecemasan
Dalam jangka panjang, suasana penuh tekanan dapat memicu gangguan kecemasan hingga depresi. Terutama jika seseorang merasa terjebak dan tidak memiliki pilihan keluar.
Studi dalam Journal of Applied Psychology pada 2024, menunjukkan bahwa karyawan yang berada di lingkungan kerja toxic mengalami penurunan produktivitas, peningkatan tingkat stres, dan lebih rentan mengalami gejala depresi.
Berikut beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk dapat terhindar dari lingkungan yang toxic;

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
