Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 Juli 2025 | 17.12 WIB

Kebiasaan Lembut yang Diam-diam Menjadi Penguat Hubungan Jangka Panjang Lebih Kuat dari Kata-Kata Romantis

Ilustrasi: Pasangan. (Pexels) - Image

Ilustrasi: Pasangan. (Pexels)

JawaPos.com-Di tengah era digital yang penuh distraksi, hubungan manusia sering terpinggirkan oleh layar ponsel, notifikasi yang tak ada habisnya, dan jadwal yang padat. 

Kita lebih sering berbagi meme daripada berbagi momen, lebih sering scroll media sosial daripada saling memandang.

Padahal, keintiman sejati tidak lahir dari obrolan daring atau kado mahal, melainkan dari tindakan sederhana dan penuh kesadaran—seperti tatapan mata.

Dilansir dari laman YourTango, tatapan mata bukan hanya gestur fisik. Ia adalah bahasa keheningan yang menghubungkan dua hati.

Kebiasaan ini—meskipun sering dianggap remeh—memiliki kekuatan besar dalam memperdalam keintiman, menyembuhkan luka emosional, dan menjaga hubungan tetap kuat bahkan dalam ujian panjang waktu.

1. Apa Itu Tatapan Mata dalam Hubungan dan Mengapa Itu Penting?

Tatapan mata (eye gazing) adalah praktik menatap mata pasangan dalam waktu yang cukup lama secara tenang dan sadar tanpa kata-kata. Biasanya dilakukan dalam suasana hening, duduk saling berhadapan, dan hanya fokus pada mata pasangan. Kegiatan ini bukan tentang adu tahan tatapan, tetapi lebih kepada menjadi hadir secara utuh di hadapan orang yang dicintai.

Di dunia yang penuh gangguan dan kepura-puraan, tatapan mata adalah bentuk kehadiran otentik. Dalam hubungan romantis, ini bukan sekadar kontak visual—ini adalah bentuk komunikasi nonverbal yang dapat menyampaikan emosi, kejujuran, dan empati lebih dalam dibanding kata-kata.

2. Manfaat Neurobiologis Tatapan Mata untuk Hubungan

Dari sisi neurologis dan hormonal, tatapan mata memicu sejumlah respon kimiawi dalam tubuh:

  • Oksitosin: Dikenal sebagai "hormon cinta", dilepaskan saat dua orang saling menatap dengan penuh kehangatan. Oksitosin meningkatkan rasa percaya, kasih sayang, dan koneksi.

  • Dopamin dan Serotonin: Memberikan perasaan bahagia, puas, dan rileks.

  • Feniletilamin: Senyawa yang memicu sensasi seperti sedang jatuh cinta.

  • Sistem Saraf Parasimpatis: Tatapan mata memicu aktivasi bagian ini yang menyebabkan tubuh menjadi lebih tenang dan pikiran lebih damai.

  • Penelitian dari University of Massachusetts menunjukkan bahwa pasangan yang sering melakukan kontak mata memiliki ikatan emosional dan daya tahan hubungan yang lebih tinggi.

    Editor: Hanny Suwindari
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore