Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 29 Juni 2025 | 20.16 WIB

Orang yang Tumbuh dalam Kemiskinan Biasanya Menunjukkan 10 Perilaku Unik Ini Saat Dewasa Menurut Psikologi

seseorang yang tumbuh dalam kemiskinan. (Freepik/dragonimages)

JawaPos.com - Masa kecil adalah fondasi utama dalam membentuk kepribadian dan pola pikir seseorang saat dewasa. 
 
Bagi mereka yang tumbuh dalam kemiskinan, tantangan hidup yang dialami sejak dini sering kali membentuk perilaku yang unik, berbeda dengan mereka yang tumbuh dalam kondisi ekonomi yang lebih stabil.

Psikologi perkembangan dan sosial menunjukkan bahwa kondisi ekonomi masa kecil memiliki dampak signifikan pada cara seseorang berpikir, berperilaku, serta menjalin hubungan dengan orang lain di masa dewasa. 
 
Tidak selalu negatif, banyak dari perilaku ini justru mencerminkan kekuatan, ketahanan, dan kemampuan adaptasi luar biasa.

Dilansir dari Geediting pada Sabtu (28/6), terdapat 10 perilaku unik yang biasanya ditunjukkan oleh orang yang tumbuh dalam kemiskinan saat mereka dewasa:

1. Sangat Hemat dan Teliti dalam Mengatur Uang

Mereka terbiasa hidup dengan keterbatasan, sehingga saat dewasa mereka cenderung sangat berhati-hati dalam mengelola keuangan.
 
Setiap rupiah dihitung, dan pengeluaran selalu dipertimbangkan dengan matang. 
 
Bahkan ketika kondisi keuangan mereka membaik, kebiasaan berhemat tetap melekat kuat.

2. Mengalami "Survivor Mentality"

Orang yang tumbuh dalam kemiskinan biasanya memiliki pola pikir bertahan hidup (survivor mentality). 
 
Mereka terbiasa memikirkan kebutuhan jangka pendek dan fokus pada bagaimana memenuhi kebutuhan dasar lebih dari merancang rencana jangka panjang. 
 
Meskipun ini dapat menjadi kekuatan dalam kondisi darurat, terkadang pola pikir ini juga bisa membuat mereka kesulitan merencanakan masa depan secara strategis.

3. Sangat Mandiri Sejak Dini

Karena tidak banyak bergantung pada bantuan eksternal, mereka belajar untuk bertahan dan mengatasi berbagai kesulitan sendiri. 
 
Saat dewasa, mereka sering menunjukkan kemandirian luar biasa dalam menyelesaikan masalah, membuat keputusan, hingga membangun karier.

4. Peka dan Empati terhadap Penderitaan Orang Lain

Pernah merasakan bagaimana rasanya kekurangan membuat mereka tumbuh menjadi individu yang sangat berempati. 
 
Mereka mudah memahami kesulitan orang lain dan lebih cenderung membantu atau memberi dukungan, meski dalam keterbatasan sekalipun.

5. Rasa Takut Kehilangan yang Tinggi

Psikologi menyebutkan bahwa orang yang pernah hidup dalam kekurangan cenderung menyimpan ketakutan akan kehilangan, entah itu dalam bentuk materi, hubungan, atau rasa aman. 
 
Mereka bisa menjadi sangat protektif terhadap apa yang dimilikinya sekarang, bahkan mungkin terlihat posesif atau terlalu berhati-hati.

6. Punya Daya Juang yang Kuat

Tumbuh dari bawah mengajarkan mereka arti kerja keras dan ketekunan. 
 
Banyak dari mereka yang menunjukkan daya juang tinggi dalam mengejar pendidikan, pekerjaan, atau tujuan hidup lainnya. 
 
Mereka tidak mudah menyerah dan terbiasa bekerja lebih keras dibandingkan orang lain untuk mencapai hal yang sama.

7. Sering Merasa "Tidak Layak" atau Rendah Diri

Meskipun sudah sukses atau mapan, ada kalanya mereka merasa tidak sepantasnya berada di posisi tersebut—ini dikenal dengan istilah “imposter syndrome”. 
 
Masa lalu yang penuh keterbatasan bisa menanamkan perasaan tidak cukup baik atau tidak layak dihargai, yang terus terbawa ke kehidupan dewasa.

8. Menyukai Hal-Hal Sederhana dan Tidak Mewah

Karena dibesarkan dengan hal-hal yang sederhana, mereka memiliki kecenderungan menikmati kesederhanaan dalam hidup. 
 
Mereka tidak selalu terpikat oleh kemewahan atau barang mahal, dan lebih menghargai nilai fungsional dan sentimental dari suatu benda.

9. Sulit Meminta Bantuan

Orang yang terbiasa hidup susah sering kali belajar untuk tidak mengandalkan orang lain. 
 
Akibatnya, mereka cenderung sulit untuk membuka diri atau meminta bantuan saat menghadapi masalah, meskipun berada dalam tekanan besar. 
 
Hal ini sering disalahpahami oleh orang lain sebagai sikap tertutup atau keras kepala.

10. Kreatif dalam Menemukan Solusi

Terbiasa menyiasati hidup dengan sumber daya yang terbatas membuat mereka sangat kreatif dalam memecahkan masalah. 
 
Mereka bisa menemukan cara-cara yang tidak biasa, tetapi efektif, untuk mencapai tujuan. 
 
Psikologi menyebut ini sebagai "adaptive creativity", kemampuan berinovasi dalam situasi penuh tekanan.

Penutup: Perilaku Unik yang Penuh Nilai

Banyak orang yang tumbuh dalam kemiskinan akhirnya menjadi pribadi yang tangguh, penuh empati, dan mampu beradaptasi dalam berbagai situasi. 
 
Meskipun masa kecil mereka penuh tantangan, pengalaman itu membentuk karakter yang kokoh dan mempersiapkan mereka menghadapi dunia dengan perspektif yang unik.

Dalam pandangan psikologi, perilaku-perilaku ini bukanlah kelemahan, melainkan bentuk adaptasi terhadap pengalaman masa lalu. 
 
Dan justru dari pengalaman sulit itulah, muncul kekuatan yang luar biasa.

Jika Anda termasuk orang yang mengalami masa kecil dalam keterbatasan, sadari bahwa perilaku-perilaku ini adalah cerminan perjalanan hidup Anda—bukan sesuatu yang harus disembunyikan, tetapi sesuatu yang bisa dibanggakan.

***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore