Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 Juni 2025 | 22.27 WIB

8 Perilaku Pasangan yang Membuat Kamu Tidak Dianggap Bahkan Merasa Seperti Orang Ketiga Menurut Psikologi, Apa Saja?

Perilaku pasangan serasa tidak dianggap bahkan sebagai orang ketiga menurut Psikologi - Image

Perilaku pasangan serasa tidak dianggap bahkan sebagai orang ketiga menurut Psikologi

JawaPos.com – Dalam sebuah hubungan, perasaan dihargai dan diperhatikan adalah hal yang sangat penting. Namun, tanpa disadari, beberapa perilaku pasangan bisa membuat kamu merasa tidak dianggap, bahkan seperti orang ketiga dalam hubungan sendiri.

Psikologi menunjukkan bahwa ada pola tertentu yang bisa menjadi tanda bahwa pasangan kurang memberikan perhatian atau tidak menghargai keberadaanmu. Jika dibiarkan, hal ini dapat merusak hubungan dan menimbulkan ketidakpuasan emosional.

Dilansir dari geediting.com pada Rabu (25/6), diterangkan bahwa terdapat delapan perilaku pasangan yang membuat kamu merasa tidak dianggap bahkan serasa sebagai orang ketiga menurut Psikologi.

1. Mengabaikan pendapat kamu

Dalam sebuah hubungan, merasa diabaikan bisa sangat menyakitkan, terutama ketika pendapat kamu tidak didengarkan oleh pasangan. Situasi ini sering terjadi dalam hal-hal sederhana seperti memilih film untuk ditonton atau merencanakan liburan, di mana pasangan secara tidak sadar hanya mengutamakan preferensi mereka sendiri.

Meskipun mungkin tidak ada niat buruk di baliknya, perilaku mengabaikan masukan ini bisa membuat kamu merasa seperti penonton dalam hubungan kamu sendiri. Ketika menghadapi situasi seperti ini, penting untuk mengkomunikasikannya dengan lembut kepada pasangan tentang bagaimana perasaan kamu.

2. Tidak melibatkan dalam rencana

Bayangkan ketika kamu sudah memiliki rencana untuk menghabiskan waktu bersama pasangan, tiba-tiba dia mengabarkan akan pergi bersama teman-temannya tanpa mempertimbangkan untuk mengajak kamu. Pola seperti ini bisa membuat kamu merasa seperti pilihan terakhir dalam kehidupan sosial pasangan kamu.

Meski setiap orang memang membutuhkan ruang pribadi dan waktu bersama teman-temannya, pengecualian yang terus-menerus bisa merusak hubungan. Situasi ini perlu dibicarakan dengan baik untuk mencapai keseimbangan antara kehidupan pribadi dan waktu bersama.

3. Mendominasi percakapan

Ketika pasangan kamu terus-menerus mendominasi setiap pembicaraan, baik itu dalam acara makan malam, pertemuan keluarga, atau obrolan santai dengan teman-teman, hal ini bisa membuat kamu merasa tersisihkan. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang lebih banyak berbicara sering dianggap lebih kompeten dan berpengaruh, namun dalam konteks hubungan, hal ini bisa menciptakan ketidakseimbangan yang tidak sehat.

Meskipun pasangan kamu mungkin secara natural lebih ekstrovert atau percaya diri dalam situasi sosial, penting untuk menciptakan ruang bagi kamu untuk juga berkontribusi dalam percakapan. Kebiasaan ini perlu dibicarakan dengan penuh pengertian untuk menciptakan dinamika komunikasi yang lebih seimbang.

4. Lupa memperkenalkan kamu

Membiarkan kamu berdiri canggung di samping pasangan saat mereka asyik mengobrol dengan kenalan atau teman mereka tanpa memperkenalkan kamu adalah pengalaman yang tidak menyenangkan. Kelalaian kecil seperti ini mungkin tampak sepele, tetapi dampaknya bisa sangat signifikan terhadap perasaan dihargai dalam hubungan.

Meskipun mungkin tidak disengaja, kebiasaan ini bisa membuat kamu merasa seperti orang asing dalam lingkaran sosial pasangan kamu sendiri. Situasi ini perlu disampaikan dengan baik kepada pasangan agar mereka lebih sadar akan pentingnya membuat kamu merasa dilibatkan dalam interaksi sosial mereka.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore