
Ilustrasi bersama orang lain. (Pexels)
JawaPos.com - Kamu bisa saja mengirimkan pesan yang salah bahkan tanpa berkata apa pun. Orang membaca segalanya: nada bicaramu, bahasa tubuhmu, waktu saat kamu memilih untuk berbicara (atau diam), bahkan kehadiranmu sendiri.
Dan meskipun kamu mungkin yakin bahwa maksud baik akan selalu dipahami dengan cara yang benar, kenyataannya sering kali berbeda.
Dalam psikologi sosial, ada konsep yang disebut thin slicing—yakni kecenderungan orang membentuk kesan pertama hanya dalam hitungan detik, berdasarkan informasi yang sangat terbatas. Singkat, sepihak, tapi tetap berdampak.
Artinya, kebiasaan kecil yang tampaknya positif bisa saja dibaca sebagai tanda ketidakpercayaan diri, kebutuhan akan validasi, atau bahkan rasa tidak aman. Dan secara tidak sadar, hal itu bisa menurunkan cara orang lain melihat nilaimu secara sosial maupun emosional.
Dilansir dari VegOut, berikut delapan perilaku umum yang bisa membuatmu tampak lebih rendah di mata orang lain, bahkan ketika niatmu sebetulnya positif. Dan bagaimana mengubahnya secara halus tanpa kehilangan dirimu sendiri?
1. Terlalu Banyak Menjelaskan Segalanya
Menjelaskan sesuatu memang terasa sopan dan jelas. Namun ketika setiap pilihan diikuti dengan paragraf panjang pembenaran, hal itu justru bisa menunjukkan kecemasan tersembunyi.
Jika ini jadi kebiasaan, kamu bisa terlihat seolah sedang meminta izin, bukannya menyatakan keputusan. Cukup katakan dengan sederhana, misalnya, “Aku pilih kopi tanpa kafein hari ini—butuh sesuatu yang lebih ringan.”
Dan biarkan saja kalimat itu berdiri sendiri. Kamu tidak perlu membenarkan ruang yang kamu ambil.
2. Meminta Maaf Padahal Tidak Melakukan Kesalahan
“Maaf ya, cuma nanya kok.”
“Maaf, tapi makanannya dingin.”
Permintaan maaf semacam ini sering diucapkan tanpa disadari. Tapi ketika jadi kebiasaan, itu bisa membuatmu tampak terlalu bertanggung jawab atas kenyamanan orang lain, bahkan untuk hal yang bukan tanggung jawabmu.
Ganti dengan ungkapan yang lebih membumi: Daripada bilang, “Maaf saya terlambat,” lebih baik ucapkan, “Terima kasih sudah menunggu.” Ucapan terima kasih menyiratkan kesadaran tanpa harus membawa beban rasa bersalah.
3. Terlalu Sering Mengecek Ponsel Saat Bersosialisasi
Sekilas terlihat sepele. Tapi setiap kali mata tertuju ke layar, sinyal yang ditangkap orang lain adalah: yang di layar lebih penting daripada yang di hadapanmu.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
