Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 19 Juni 2025 | 03.11 WIB

Intip Ciri Kepribadian Orang yang Lebih Suka Membaca Buku Ketimbang Bertemu Orang Lain, Begini Dari Kaca Mata Psikologi

Ciri Kepribadian Orang yang Lebih Suka Membaca Buku Ketimbang Bertemu Orang Lain - Image

Ciri Kepribadian Orang yang Lebih Suka Membaca Buku Ketimbang Bertemu Orang Lain

JawaPos.com - Lebih memilih buku daripada pesta bukan berarti kamu antisosial. Justru, hal ini mencerminkan kedalaman, empati, kreativitas, dan beberapa kualitas istimewa lainnya yang kerap dimiliki oleh para pecinta buku.

Diam-diam, mereka yang memilih membaca di rumah dibanding nongkrong di keramaian memiliki kepribadian yang luar biasa.

Menolak undangan akhir pekan demi menyelesaikan satu novel bukan tindakan aneh. Bagi sebagian orang, itu justru bentuk kebahagiaan murni.

Kadang, orang lain bisa saja menggoda, “Bergembiralah sedikit,” seolah-olah menolak keramaian demi melahap bab yang seru adalah kejahatan sosial.

Tapi kenyataannya, ketertarikan terhadap buku bukan sekadar hobi. Ia mencerminkan cara yang lebih dalam dalam melihat dan terhubung dengan dunia.

Dilansir dari VegOut, berikut tujuh ciri kepribadian yang sering dimiliki oleh mereka yang lebih menyukai buku daripada keramaian. Dan siapa tahu bisa jadi, ini adalah kekuatan supermu yang tersembunyi.

1. Mendambakan Pemahaman yang Lebih Dalam

Buku yang bagus selalu menyelami lebih dalam: karakter-karakternya punya motif, sejarah, dan kontradiksi.

Kalau kamu menyukai itu, kemungkinan besar kamu juga menginginkan hal serupa dalam kehidupan nyata. Obrolan ringan sering terasa kurang berisi dan hambar; karena kamu selalu ingin tahu alasan, konteks, dan maknanya.

Psikolog kognitif Dr. Keith Oatley menyebutkan bahwa pembaca aktif cenderung memiliki kemampuan “teori pikiran” yang lebih baik. Suatu kemampuan memahami apa yang dipikirkan dan dirasakan orang lain.

Ini karena membaca melatih otak untuk menangkap nuansa. Tak heran kalau suasana pesta terasa membosankan, sementara toko buku justru memicu semangatmu.

2. Nyaman dengan Kesendirian

Kesendirian bukan kesepian. Bagi para pembaca, menyendiri justru menjadi momen yang mengisi ulang energi. Kata-kata dalam buku memberi ketenangan yang tak bisa ditukar dengan kebisingan luar.

Susan Cain menyebut momen ini sebagai restorative niche atau waktu hening yang dibutuhkan introvert untuk menyegarkan kembali pikirannya.

Kamu mungkin tidak menyukai keramaian yang intens, tapi kesendirian dengan buku bisa membuatmu kembali tajam dalam berinteraksi saat benar-benar dibutuhkan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore