Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 16 Juni 2025 | 21.08 WIB

Waspada, Inilah Kata-Kata Ramah yang Ternyata Sembunyikan Kurangnya Kecerdasan Sosial

Ilustrasi percakapan dengan kata-kata yang tampak ramah, namun menyiratkan makna tersembunyi dalam interaksi sosial./Freepik - Image

Ilustrasi percakapan dengan kata-kata yang tampak ramah, namun menyiratkan makna tersembunyi dalam interaksi sosial./Freepik

JawaPos.com - Dalam interaksi sehari-hari, kita seringkali menggunakan berbagai frasa untuk menyampaikan maksud atau menjaga suasana percakapan tetap baik. Beberapa kata dan kalimat terdengar sopan atau bahkan ramah di permukaan, namun bisa jadi memiliki makna tersembunyi yang kurang tepat.

Tanpa disadari, pilihan kata tertentu yang kita ucapkan justru dapat mengungkapkan minimnya pemahaman terhadap situasi sosial yang sedang terjadi.

Frasa-frasa ini mungkin terasa akrab, tetapi bisa jadi menunjukkan kurangnya kecerdasan dalam berinteraksi antarindividu. Melansir dari Geediting.com Senin (16/6), ada sepuluh frasa umum yang patut kita perhatikan karena dapat mengindikasikan hal tersebut.

1. "Dengan Segala Hormat..."

Frasa ini seringkali dipakai sebelum menyampaikan kritik atau opini yang sebenarnya kurang sopan atau menyinggung perasaan orang lain. Penggunaannya menunjukkan seolah ada upaya meredam dampak negatif, padahal niatnya justru melontarkan pernyataan yang berpotensi menyakitkan.

2. "Tidak Bermaksud Menyinggung, Tapi..."

Mirip dengan sebelumnya, kalimat pembuka ini biasanya dilanjutkan dengan komentar yang memang berpotensi menyinggung atau mengkritik secara langsung. Ini bisa jadi taktik untuk melepaskan diri dari tanggung jawab atas dampak perkataan yang tidak sensitif sama sekali.

3. "Aku Sudah Bilang Padamu..."

Ungkapan ini digunakan untuk menonjolkan superioritas atau rasa benar setelah suatu kesalahan terjadi pada orang lain. Kalimat ini menunjukkan kurangnya empati dan hanya bertujuan memamerkan pengetahuan atau keunggulan diri sendiri secara terang-terangan.

4. "Kamu Terlalu Sensitif."

Frasa ini sering dipakai untuk meremehkan atau menolak validitas perasaan orang lain yang terluka atau tidak nyaman. Ini menunjukkan ketidakmampuan untuk memahami atau menerima emosi orang lain, serta berupaya mengalihkan tanggung jawab atas perkataan sendiri.

5. "Itu Pasti Sulit..."

Meskipun terdengar empatik, frasa ini bisa jadi diucapkan dengan nada yang justru merendahkan atau meremehkan pengalaman orang lain. Alih-alih menunjukkan dukungan tulus, ungkapan ini justru bisa membuat lawan bicara merasa masalahnya dianggap tidak berarti.

6. "Jangan Khawatir Tentang Itu."

Kalimat ini sering diucapkan untuk meremehkan kekhawatiran atau masalah seseorang tanpa benar-benar memahami kedalamannya. Meskipun bertujuan menenangkan, frasa ini justru dapat membuat orang lain merasa tidak didengar atau perasaannya diabaikan begitu saja.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore