Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 Juni 2025 | 18.39 WIB

Inilah 7 Kebiasaan Generasi Boomer di Media Sosial yang Bikin Anak Muda Risih

Ilustrasi seseorang dari generasi lebih tua sedang asyik menggunakan perangkat digital dengan berbagai notifikasi media sosial di layar. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang dari generasi lebih tua sedang asyik menggunakan perangkat digital dengan berbagai notifikasi media sosial di layar. (Freepik)

JawaPos.com - Dunia media sosial memang menjadi ruang interaksi lintas generasi yang dinamis, namun terkadang ada gesekan tak terduga. Khususnya, perilaku beberapa anggota generasi Boomer di platform digital kerap menimbulkan rasa kurang nyaman di kalangan pengguna yang lebih muda. Meskipun niat mereka mungkin baik atau sekadar ingin berinteraksi, perbedaan dalam pemahaman etiket daring bisa jadi pemicu utamanya.

Perbedaan gaya berkomunikasi ini seringkali bukan karena kesengajaan, melainkan kurangnya kepekaan terhadap norma-norma yang berlaku di kalangan generasi digital. Mereka mungkin berpikir cara berinteraksi tersebut biasa saja, padahal dampaknya sangat terasa bagi orang lain. Melansir Geediting.com pada Senin (02/06), ada beberapa hal umum yang dilakukan para Boomer di media sosial yang bisa membuat generasi muda merasa risih.

1. Berbagi Informasi Pribadi Secara Berlebihan

Satu di antara kebiasaan yang paling mencolok adalah berbagi detail hidup yang terlalu pribadi atau sensitif di platform publik. Mereka seringkali tidak menyadari bahwa informasi tersebut bisa diakses banyak orang atau bahkan disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

2. Mengomentari Setiap Postingan

Beberapa Boomer memiliki kecenderungan untuk meninggalkan komentar pada hampir setiap unggahan yang muncul di linimasa mereka. Setiap foto, status, atau tautan yang dibagikan teman atau keluarga akan selalu mendapatkan respons dari akun mereka.

3. Menandai Dalam Foto Acak

Terkadang mereka menandai akun orang lain di foto-foto yang tidak relevan atau bahkan gambar yang bukan diri orang tersebut. Praktik ini bisa terasa mengganggu karena notifikasi muncul padahal foto tersebut tidak ada kaitannya dengan individu yang ditandai.

4. Mengunggah Pesan Berantai dan Hoaks

Kebiasaan menyebarkan pesan berantai, informasi yang belum terverifikasi, atau bahkan hoaks masih sering ditemukan di kalangan ini. Mereka mungkin tidak memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya, sehingga ikut berkontribusi pada penyebaran berita palsu.

5. Menggunakan Singkatan Teks yang Keliru

Penggunaan singkatan atau bahasa gaul digital seringkali tidak tepat pada konteksnya, atau bahkan menggunakan singkatan yang sudah tidak relevan lagi. Hal ini kadang membuat pesan yang disampaikan jadi kurang jelas atau terkesan kuno bagi generasi muda.

6. Terus-Menerus Mengunggah Pandangan Politik

Beberapa Boomer gemar membanjiri linimasa mereka dengan konten politik yang sangat vokal atau partisan. Kebiasaan ini bisa menciptakan lingkungan media sosial yang kurang nyaman atau terlalu intens bagi pengikut yang tidak memiliki minat sama.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore