
Ilustrasi seseorang dari generasi lebih tua sedang asyik menggunakan perangkat digital dengan berbagai notifikasi media sosial di layar. (Freepik)
JawaPos.com - Dunia media sosial memang menjadi ruang interaksi lintas generasi yang dinamis, namun terkadang ada gesekan tak terduga. Khususnya, perilaku beberapa anggota generasi Boomer di platform digital kerap menimbulkan rasa kurang nyaman di kalangan pengguna yang lebih muda. Meskipun niat mereka mungkin baik atau sekadar ingin berinteraksi, perbedaan dalam pemahaman etiket daring bisa jadi pemicu utamanya.
Perbedaan gaya berkomunikasi ini seringkali bukan karena kesengajaan, melainkan kurangnya kepekaan terhadap norma-norma yang berlaku di kalangan generasi digital. Mereka mungkin berpikir cara berinteraksi tersebut biasa saja, padahal dampaknya sangat terasa bagi orang lain. Melansir Geediting.com pada Senin (02/06), ada beberapa hal umum yang dilakukan para Boomer di media sosial yang bisa membuat generasi muda merasa risih.
1. Berbagi Informasi Pribadi Secara Berlebihan
Satu di antara kebiasaan yang paling mencolok adalah berbagi detail hidup yang terlalu pribadi atau sensitif di platform publik. Mereka seringkali tidak menyadari bahwa informasi tersebut bisa diakses banyak orang atau bahkan disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
2. Mengomentari Setiap Postingan
Beberapa Boomer memiliki kecenderungan untuk meninggalkan komentar pada hampir setiap unggahan yang muncul di linimasa mereka. Setiap foto, status, atau tautan yang dibagikan teman atau keluarga akan selalu mendapatkan respons dari akun mereka.
3. Menandai Dalam Foto Acak
Terkadang mereka menandai akun orang lain di foto-foto yang tidak relevan atau bahkan gambar yang bukan diri orang tersebut. Praktik ini bisa terasa mengganggu karena notifikasi muncul padahal foto tersebut tidak ada kaitannya dengan individu yang ditandai.
4. Mengunggah Pesan Berantai dan Hoaks
Kebiasaan menyebarkan pesan berantai, informasi yang belum terverifikasi, atau bahkan hoaks masih sering ditemukan di kalangan ini. Mereka mungkin tidak memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya, sehingga ikut berkontribusi pada penyebaran berita palsu.
5. Menggunakan Singkatan Teks yang Keliru
Penggunaan singkatan atau bahasa gaul digital seringkali tidak tepat pada konteksnya, atau bahkan menggunakan singkatan yang sudah tidak relevan lagi. Hal ini kadang membuat pesan yang disampaikan jadi kurang jelas atau terkesan kuno bagi generasi muda.
Baca Juga: 7 Kebiasaan Malam Buruk yang Menghambat Disiplin dan Membatasi Pencapaian Hidup Menurut Psikologi
6. Terus-Menerus Mengunggah Pandangan Politik
Beberapa Boomer gemar membanjiri linimasa mereka dengan konten politik yang sangat vokal atau partisan. Kebiasaan ini bisa menciptakan lingkungan media sosial yang kurang nyaman atau terlalu intens bagi pengikut yang tidak memiliki minat sama.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
