Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 29 Mei 2025 | 07.15 WIB

Orang Tua Wajib Tahu! 8 Cara Membantu Anak yang Sensitif Secara Emosional supaya Lebih Bisa Mengontrolnya

Ilustrasi cara membantu anak yang sensitif secara emosional/freepik.com

JawaPos.com - Perasaan yang kuat dan intens bisa menjadi tantangan besar bagi anak-anak jika mereka belum punya kemampuan untuk mengelola emosi dengan baik.

Tanpa keterampilan pengaturan emosi, anak-anak mungkin merasa kewalahan, sehingga dapat mempengaruhi perilaku, hubungan sosial, dan kesejahteraan mereka.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan dalam membantu anak mengenali, memahami, dan mengekspresikan emosi mereka dengan sehat.

Merangkum Parents, berikut ini beberapa cara membantu anak yang sensitif secara emosional supaya lebih bisa mengontrolnya.

1. Validasi perasaan anak

Saat anakmu menangis sebab siku yang tergores ringan bahkan tanpa luka yang terlihat reaksi spontan, kamu mungkin menyuruhnya tenang atau meyakinkannya bahwa itu bukan hal besar. Meski niatnya baik, para ahli perkembangan anak justru menyarankan pendekatan yang berbeda.

Mengabaikan atau meremehkan perasaan anak, terutama apabila disampaikan dengan nada suara yang terdengar kesal atau frustrasi, bisa membuat anak merasa tidak dipahami. Alih-alih membantu mereka merasa lebih baik, respons seperti itu mampu memperdalam emosi negatif dan membuat mereka enggan berbagi perasaan di masa depan.

Sebaliknya, cobalah untuk merespons dengan empati. Validasi perasaan mereka, walau kamu tahu lukanya ringan. Dengan begitu, anak belajar bahwa emosinya dihargai, dan mereka akan merasa lebih aman secara emosional dalam berbicara dan belajar mengelola perasaan mereka dengan cara yang sehat.

2. Bantu anak menyebut emosinya

Agar anak mampu mengelola emosinya, penting untuk membantu mereka mengenali dan memberi nama pada perasaan yang muncul. Kamu bisa memulainya dengan menyebutkan emosi secara langsung, seperti, “Kamu tampak sedih,” atau “Sepertinya kamu marah.”

Tindakan ini membantu anak menghubungkan apa yang mereka rasakan dengan kata-kata. Menunjukkan emosimu sendiri juga memberi contoh positif. Misalnya, katakan, “Ibu kecewa karena kita tidak bisa ke rumah Nenek,” supaya anak dapat belajar bahwa emosi merupakan bagian wajar dari kehidupan.

Gunakan juga cerita dari buku atau film sebagai momen belajar, dengan bertanya, “Menurutmu, bagaimana perasaan tokohnya?” Dengan latihan rutin, anak akan lebih mudah mengenali dan mengungkapkan emosinya secara sehat, membentuk dasar kuat bagi kesejahteraan emosional mereka.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore