Ilustrasi cara membantu anak yang sensitif secara emosional/freepik.com
JawaPos.com - Perasaan yang kuat dan intens bisa menjadi tantangan besar bagi anak-anak jika mereka belum punya kemampuan untuk mengelola emosi dengan baik.
Tanpa keterampilan pengaturan emosi, anak-anak mungkin merasa kewalahan, sehingga dapat mempengaruhi perilaku, hubungan sosial, dan kesejahteraan mereka.
Ada banyak cara yang bisa dilakukan dalam membantu anak mengenali, memahami, dan mengekspresikan emosi mereka dengan sehat.
Merangkum Parents, berikut ini beberapa cara membantu anak yang sensitif secara emosional supaya lebih bisa mengontrolnya.
1. Validasi perasaan anak
Saat anakmu menangis sebab siku yang tergores ringan bahkan tanpa luka yang terlihat reaksi spontan, kamu mungkin menyuruhnya tenang atau meyakinkannya bahwa itu bukan hal besar. Meski niatnya baik, para ahli perkembangan anak justru menyarankan pendekatan yang berbeda.
Mengabaikan atau meremehkan perasaan anak, terutama apabila disampaikan dengan nada suara yang terdengar kesal atau frustrasi, bisa membuat anak merasa tidak dipahami. Alih-alih membantu mereka merasa lebih baik, respons seperti itu mampu memperdalam emosi negatif dan membuat mereka enggan berbagi perasaan di masa depan.
Sebaliknya, cobalah untuk merespons dengan empati. Validasi perasaan mereka, walau kamu tahu lukanya ringan. Dengan begitu, anak belajar bahwa emosinya dihargai, dan mereka akan merasa lebih aman secara emosional dalam berbicara dan belajar mengelola perasaan mereka dengan cara yang sehat.
2. Bantu anak menyebut emosinya
Agar anak mampu mengelola emosinya, penting untuk membantu mereka mengenali dan memberi nama pada perasaan yang muncul. Kamu bisa memulainya dengan menyebutkan emosi secara langsung, seperti, “Kamu tampak sedih,” atau “Sepertinya kamu marah.”
Tindakan ini membantu anak menghubungkan apa yang mereka rasakan dengan kata-kata. Menunjukkan emosimu sendiri juga memberi contoh positif. Misalnya, katakan, “Ibu kecewa karena kita tidak bisa ke rumah Nenek,” supaya anak dapat belajar bahwa emosi merupakan bagian wajar dari kehidupan.
Gunakan juga cerita dari buku atau film sebagai momen belajar, dengan bertanya, “Menurutmu, bagaimana perasaan tokohnya?” Dengan latihan rutin, anak akan lebih mudah mengenali dan mengungkapkan emosinya secara sehat, membentuk dasar kuat bagi kesejahteraan emosional mereka.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
