Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 29 Mei 2025 | 01.10 WIB

Tiga Sifat yang Sering Diremehkan Tapi Membedakan Amatir dari Ahli, Menurut Psikologi

Ilustrasi orang yang tak punya hobi atau minat lain di luar lingkup profesional mereka. (Freepik)

JawaPos.com - Menjadi ahli dalam suatu bidang tidak hanya soal jam terbang atau sertifikat. Ada tiga sifat mendasar yang sering luput dari perhatian, namun justru menjadi pembeda utama antara amatir dan master sejati.

Dikutip dari YourTango, laporan psikologi terbaru mengungkap bahwa kunci menjadi ahli bukan terletak pada jurus rahasia atau bakat bawaan, melainkan pada penguasaan dasar yang membosankan namun penting.

Menariknya, hal ini dibuktikan lewat pengalaman seorang pelatih tinju paruh waktu sekaligus pemain catur tingkat “Class A” versi FIDE.

Ia mengamati bagaimana prinsip yang sama berlaku baik di atas ring maupun papan catur. Apa saja tiga sifat tersebut?

  1. Ahli Membuat Lebih Sedikit Kesalahan Tak Perlu

Dalam tinju, kesalahan kecil dalam posisi kaki atau pertahanan bisa jadi fatal. Seorang petinju ahli tidak selalu memiliki satu kemampuan yang luar biasa, tapi ia stabil di semua aspek: teknik, kekuatan, dan strategi. Sementara itu, amatir bisa sangat kuat di satu sisi namun lemah di sisi lainnya.

Hal serupa terjadi di catur. Pemain kelas menengah mungkin bisa membuat langkah spektakuler, tapi mereka juga kerap kehilangan permainan karena kesalahan sederhana. “Mereka membuat banyak (deviation from the optimal path) menyimpang dari jalur terbaik menuju kemenangan.” tulis laporan tersebut.

  1. Ahli Lebih Efisien: Sedikit Langkah, Banyak Dampak

Salah satu ciri utama dari seorang ahli adalah efisiensi. Mereka bergerak lebih sedikit, tapi hasilnya lebih besar. Dalam catur, ini tampak dari piece coordination, yaitu semua bidak bekerja sama secara harmonis. Di tinju, terlihat dari cara bertahan, ahli menghindar hanya seperlunya agar tetap dekat dengan lawan dan siap menyerang balik.

Menurut studi tahun 2019 yang dikutip dalam laporan tersebut, para ahli mengembangkan sistem kognitif yang lebih otomatis dan efisien. Ini memungkinkan mereka menyelesaikan tugas lebih cepat dan akurat karena strategi mereka lebih matang dan teruji.

  1. Ahli Tahu Ancaman Mana yang Perlu Ditanggapi

Reaksi yang tepat terhadap ancaman adalah ciri khas ahli. Dalam tinju, feint atau serangan palsu dapat menipu lawan yang terlalu cepat bereaksi. Amatir sering terpancing dan membuka pertahanan, sedangkan ahli tetap tenang dan memilih kapan harus merespons.

Di dunia catur, fenomena ini disebut “melihat hantu”, yaitu ketika pemain membayangkan ancaman yang sebenarnya tidak ada. Karena panik, mereka justru membuka celah untuk serangan nyata.

Dalam kehidupan sehari-hari, kemampuan membedakan mana masalah nyata dan mana yang hanya ilusi bisa menjadi penentu kesuksesan. Ahli tak hanya lebih tenang, tapi juga lebih selektif dalam mengambil tindakan.

Jadi, jika ingin terlihat seperti ahli (dalam bidang apa pun) mulailah dari hal-hal sederhana yang sering diremehkan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore