Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 Mei 2025 | 01.18 WIB

Mengapa Sebagian Besar Generasi Milenial Hidup Pas-pasan? Mungkin 7 Kebiasaan Ini Jadi Alasannya

Ilustrasi generasi milenial (freepik) - Image

Ilustrasi generasi milenial (freepik)

JawaPos.com - Hidup pas-pasan adalah kenyataan yang sangat dipahami oleh sebagian besar generasi milenial.

Ini tidak selalu tentang kesalahan finansial yang besar dan mencolok yang kita buat, tetapi lebih kepada kebiasaan-kebiasaan kecil yang membuat kita terus berada dalam siklus ini.

Hal-hal kecil yang kita lakukan sehari-hari tanpa berpikir, seperti ngopi di kafe atau berlangganan layanan streaming, secara perlahan tapi pasti dapat mulai menggerogoti tabungan kita.

Dalam artikel ini, JawaPos.com telah melansir dari laman geediting.com, Selasa (27/5), tujuh kebiasaan tersembunyi yang membuat sebagian besar generasi milenial terjerumus dalam masalah keuangan.

Dengan mengenali kebiasaan-kebiasaan ini dan secara sadar melakukan perubahan, Anda dapat menuju masa depan yang lebih stabil secara finansial.

1. Belanja kopi setiap hari

Kita semua pernah mengalaminya. Kesibukan di pagi hari untuk berangkat kerja, kebutuhan akan asupan kafein untuk memulai hari dengan baik. Bagi sebagian besar generasi milenial, kedai kopi lokal adalah tujuan wisata sehari-hari.

Namun, pernahkah Anda berpikir berapa banyak uang yang Anda keluarkan untuk membeli kopi setiap minggu? Mungkin awalnya tidak tampak banyak, tetapi seiring waktu, jumlahnya akan bertambah.

Itu adalah sebagian besar gaji Anda yang dibelanjakan untuk sesuatu yang dapat Anda buat dengan mudah di rumah dengan biaya yang jauh lebih murah.

Kenyamanan dan aspek sosial dari membeli kopi mungkin menarik, tetapi itu adalah salah satu kebiasaan halus yang membuat kita hidup dari gaji ke gaji.

Ini bukan tentang berhenti minum kopi. Ini tentang membuat pilihan yang lebih cerdas, seperti menyeduh kopi sendiri di rumah dan menabung uang tersebut untuk sesuatu yang lebih mengenyangkan.

2. Belanja online secara impulsif

Daripada membeli sesuatu secara impulsif, lebih baik menunggu satu atau dua hari sebelum melakukan pembelian.

Ini memberi Anda waktu untuk berpikir apakah Anda benar-benar membutuhkan barang itu atau hanya sekadar pembelian impulsif.

Percayalah, sering kali, Anda akan menyadari bahwa itu adalah pembelian impulsif.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore