Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 24 Mei 2025 | 12.17 WIB

5 Petuah Tentang ‘Menemukan Kembali Diri Sendiri’ yang Ternyata Membuat Kita Tersesat Lebih Jauh

Ilustrasi orang yang kehilangan arah.(Unsplash.com/enginakyurt) - Image

Ilustrasi orang yang kehilangan arah.(Unsplash.com/enginakyurt)

JawaPos.com - Saat hidup entah akan dibawa ke mana, seakan-akan tersesat dan sulit menemukan kembali diri sendiri. Hal itu terjadi di saat banyaknya ujian yang menerpa, mengalami kekecewaan dari orang tersayang, atau bahkan kehilangan mereka.

Tapi pada dasarnya, kejadian itu membawa kita kembali pada kehidupan yang sebenarnya dan ternyata banyak aspek yang belum disadari betapa indahnya perjuangan hidup, hingga akhirnya kamu bisa menemukan diri kembali.

Saat-saat putus asa atau hilang arah, sering kali kita mendapatkan berbagai macam petuah dari setiap orang dan itu bisa memengaruhi pola pikir kita ke depannya.

Dilansir dari laman The Vessel, inilah 5 petuah tentang ‘menemukan diri kembali’ yang ternyata membuat kita tersesat lebih jauh.

1. Keyakinan bahwa kamu harus mendefinisikan diri sekali dan untuk selamanya

Idenya adalah jika kita bisa menentukan diri kita sendiri dengan definisi yang tepat, hingga akhirnya akan tenang.

Tapi inilah masalahnya, bahwa hidup tidak statis, dan kita bukan action figure yang dapat dikoleksi dengan satu kekuatan super. Alan Watts pernah berkata, "Mencoba mendefinisikan diri sendiri seperti mencoba menggigit gigi diri sendiri."

Semakin kita mencoba mengunci diri kita ke dalam deskripsi diri yang rapi, semakin kita menciptakan ilusi "aku" itu stabil. Padahal manusia itu bisa berubah, hari ini dia berlaku baik dan besoknya bisa saja berlaku buruk.

2. Keyakinan bahwa ada satu momen eureka

Sangat menggoda untuk berpikir bahwa "menemukan diri sendiri" terjadi dalam satu ledakan kosmik yang besar, yakni momen yang begitu cemerlang sehingga mengalahkan setiap kebingungan yang terjadi sebelumnya.

Tapi inilah kebenarannya, bahkan momen indah yang terjadi itu merupakan buah dari kesabaran dan usaha selama ini, semua itu tidak bisa terjadi dalam hitungan detik.

3. Keyakinan bahwa kamu harus mencari pelarian total dari realitas saat ini

Pernah gatal untuk berkemas, pergi ke Bali, dan minum air kelapa sampai masalah yang sebenarnya hilang? Ada mitos yang tersebar luas bahwa begitu kamu mendarat di beberapa tempat eksotis atau mengubur diri di tempat persembunyian, akan secara ajaib selaras dengan "esensi sejati".

Tapi masalahnya bukanlah tiket pesawat atau keindahan alam yang mengagumkan, tapi itu adalah asumsi bahwa pembebasan terdalam hanya dapat terjadi dengan melarikan diri dari lingkungan atau masalah saat ini. 

Tantangan sebenarnya adalah belajar bagaimana menghadapi diri sendiri di mana pun dan kapan pun, jadi kamu tidak perlu membeli mahal ketenangan itu jika belum dibenahi dari dalam diri.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore