
Ilustrasi rumah yang selalu bergejolak secara emosional.(Pexels.com/LizaSummer)
JawaPos.com - Rumah yang seharusnya membuat kita tenang dan tentram, kenyataannya tidak semua seperti itu. Bahkan sering terjadi gejolak emosi dalam hal sekecil apapun.
Dilansir dari laman Kemenag pada Jumat (23/05) ada beberapa pengaruh dari kondisi emosional seseorang terhadap dirinya sendiri, dan jika sudah diawali dengan gejolak emosi maka sulit untuk bersemangat, menghambat proses perkembangan diri, hingga suasana emosional yang diterima saat berada di luar.
Oleh karena itu, dilansir dari laman Ge Editing pada Jumat (23/05) orang yang tumbuh di dalam rumah yang bergejolak secara emosional, sering kali punya 6 perilaku ini saat dewasa :
1. Berjuang untuk percaya dan terbuka
Ketika kamu tumbuh dalam rumah tangga yang bergejolak, akan selalu waspada. Kewaspadaan yang berlebihan itu dapat berlanjut ke hubungan orang dewasa.
Tiba-tiba, perubahan terkecil dalam nada suara seseorang atau penundaan sekecil apa pun dalam teks mereka dapat memicu kecemasan, atau mungkin merasa sulit untuk membiarkan orang mendekat, takut mereka akan menyakiti atau meninggalkan.
Keintiman menjadi teka-teki karena bertentangan dengan naluri untuk tetap aman dengan menjaga jarak semua orang.
2. Menyenangkan orang dan takut akan konflik
Hal besar lainnya adalah dorongan untuk menghindari konflik dengan segala cara. Jika kamu tumbuh di rumah di mana pertengkaran itu eksplosif atau hukuman tidak dapat diprediksi, itu wajar untuk menjadi sedikit penjaga perdamaian.
Kamu belajar membaca ruangan seperti seorang profesional, menyesuaikan perilaku untuk mencegah ledakan emosi. Lagi pula, jika konflik berarti kekacauan, kamu lebih suka membungkuk ke belakang daripada menghadapinya lagi.
Menurut psikologi, orang yang tidak menetapkan batasan yang sehat dapat terbakar dengan cepat. Ini adalah badai yang sempurna untuk kecemasan, kebencian, dan perasaan bahwa kamu tidak pernah cukup baik.
3. Bereaksi berlebihan terhadap stres sehari-hari
Ketika kamu tumbuh dikelilingi oleh pasang surut emosional, tubuh belajar untuk tetap waspada. Bahkan pemicu terkecil dapat membuat respons stres itu melonjak.
Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang dibesarkan di lingkungan yang tegang sering mengalami kewaspadaan yang berlebihan, sehingga sekecil apapun masalah yang terjadi bisa dianggap terlalu berat.
4. Kesulitan mengatur emosi

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
