Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Mei 2025 | 06.20 WIB

8 Kebiasaan Sebelum Tidur yang Bisa Membunuh Ambisi Seseorang, Apa Saja Contohnya?

Ilustrasi orang yang punya kebiasaan buruk sebelum tidur. - Image

Ilustrasi orang yang punya kebiasaan buruk sebelum tidur.

JawaPos.com - Setiap manusia perlu memiliki ambisi ke hal-hal yang positif, hal itu bisa menjadi pemicu untuk kita tetap berjuang dan berusaha dengan kehidupan ini.

Dikutip dari laman Alodokter pada Kamis (22/05) mereka yang punya ambisi cenderung sangat termotivasi, berorientasi pada pencapaian, dan berusaha keras untuk mencapai target yang mereka tetapkan, baik dalam karier, pendidikan, atau aspek kehidupan lainnya.

Namun sayangnya hal itu bisa pupus begitu saja, jika kita masih menerapkan kebiasaan buruk. Dilansir dari laman Small Biz Technology pada Kamis (22/05) ada 8 kebiasaan sebelum tidur yang bisa membunuh ambisi seseorang :

1. Terperangkap pada platform film online

Sebagian besar dari kita menyukai sesi Netflix yang bagus, tetapi ada garis tipis antara bersantai dan tergelincir ke maraton sepanjang malam.

Kamu mengatakan akan menonton satu episode lagi, dan sebelum menyadarinya, tiga jam telah berlalu, dan telah membunuh peluang untuk bangun dengan perasaan segar dan bersemangat.

Menurut National Sleep Foundation, waktu layar sebelum tidur dapat menyebabkan kualitas tidur yang lebih rendah. Cahaya biru dari layar menekan melatonin, hormon yang mengatur siklus tidur-bangun kita.

2. Scrolling media sosial

Menelusuri media sosial atau berita, hanya untuk tersedot ke dalam aliran negatif yang tak ada habisnya. Ini adalah lubang kelinci yang berbahaya.

Menggulir berita buruk dan membandingkan hidup dengan gulungan sorotan yang dikuratori orang lain tidak hanya merusak suasana hati tetapi juga merusak ambisi.

Penggunaan media sosial yang tinggi, terutama di malam hari, dapat menyebabkan penurunan kesejahteraan dan peningkatan perasaan cemas.

3. Memeriksa email atau pesan kerja larut malam

Membuka email kerja pada pukul 11 malam secara praktis menyerahkan waktu bersantai pribadi kepada tuntutan orang lain.

Jika kamu menetapkan batasan, seperti mematikan email setelah waktu tertentu, akan memberi otak kesempatan untuk melepaskan kompresi dengan benar. Ini membuat kamu lebih bertekad dan efektif dalam jangka panjang.

4. Mengonsumsi makanan berat atau junk food

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore