Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 12 Mei 2025 | 00.04 WIB

6 Kebiasaan Sehari-hari yang Tanpa Disadari Dapat Merusak Otak dan Patut Dihindari supaya Tidak Berdampak Buruk

Ilustrasi kebiasaan sehari-hari yang dapat merusak otak (wayhomestudio/freepik.com) - Image

Ilustrasi kebiasaan sehari-hari yang dapat merusak otak (wayhomestudio/freepik.com)

JawaPos.com - Sering kali tanpa kita sadari, fokus utama dalam keseharian tertuju pada pencapaian target dan kesuksesan karier.

Kita begitu terdorong untuk terus produktif, mengejar tenggat waktu, dan memenuhi tuntutan pekerjaan, hingga lupa bahwa aset terpenting yang dimiliki adalah kesehatan baik jasmani maupun rohani.

Dalam kesibukan yang seolah tiada henti, kita terbiasa memaksa diri terus bergerak, beradaptasi dengan kemajuan teknologi, dan hadir setiap saat, tanpa jeda untuk benar-benar mendengarkan sinyal tubuh dan pikiran.

Merangkum Times of Indian, berikut ini berbagai kebiasaan sehari-hari yang tanpa disadari dapat merusak otak dan patut dihindari supaya tidak berdampak buruk.

1. Kurang aktivitas fisik

Aktivitas fisik terbukti mampu meningkatkan fungsi kognitif seperti daya ingat dan kemampuan berkonsentrasi. Bahkan, olahraga dipercaya bisa merangsang proses neurogenesis yakni pembentukan sel-sel otak baru. Sebaliknya, gaya hidup pasif justru bisa membuat otak terasa lemot, bahkan memicu penurunan fungsi kognitif seiring waktu.

Tak hanya itu, minimnya aktivitas fisik juga berhubungan erat dengan tingginya tingkat stres dan kecemasan, akibat menurunnya produksi endorfin, hormon yang berperan menjaga suasana hati. Kondisi ini yang menjadi alasan mengapa olahraga rutin setiap hari menjadi bagian penting dalam menjaga ketajaman pikiran dan kestabilan emosi.

2. Mendengar musik dengan volume keras

Tak bisa dimungkiri, musik punya kekuatan besar dalam mempengaruhi suasana hati dan meningkatkan fokus. Sayangnya, apabila didengarkan dengan volume tinggi secara terus-menerus, maka dampaknya bisa berbalik merugikan. Paparan suara keras yang berkepanjangan dapat memicu kerusakan pendengaran dan memicu stres berlebih.

Hal ini terjadi akibat korteks pendengaran bagian otak yang mengatur fokus dan memori menjadi terlalu tegang akibat gelombang suara yang intens. Selain itu, musik yang terlalu keras juga menimbulkan peningkatan hormon kortisol yang berkaitan erat dengan kecemasan dan gangguan kesehatan mental lainnya. Penting untuk bijak dalam mengatur volumenya supaya manfaatnya tetap maksimal tanpa mengorbankan kesehatan telinga dan fungsi otak.

3. Konsumsi terlalu banyak makanan manis

Kita sering mengaitkan gula dengan peningkatan berat badan atau risiko diabetes, namun tahukah kamu bahwa konsumsi gula berlebih juga berdampak serius pada kesehatan otak? Penelitian menyatakan bahwa asupan gula yang tinggi dapat mengganggu fungsi kognitif, termasuk daya ingat dan kemampuan belajar.

Gula juga memicu peradangan dan stres oksidatif, dua faktor yang bisa merusak sel-sel otak dan meningkatkan risiko penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer. Selain itu, kelebihan gula mampu mengakibatkan resistensi insulin di otak, sehingga menghambat proses metabolisme dan memperburuk konsentrasi serta kejernihan berpikir.

Tak berhenti di situ, konsumsi gula secara rutin juga bisa memengaruhi suasana hati, membuat seseorang lebih rentan terhadap gangguan mental seperti depresi dan kecemasan. Maka dari itu, menjaga pola makan seimbang dan membatasi asupan gula adalah langkah penting untuk menjaga otak tetap sehat dan berfungsi optimal.

4. Memperoleh lebih sedikit sinar matahari

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore