
Ilustrasi keluarga kecil. (Freepik)
JawaPos.com - Menjalin hubungan romantis kerap menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dalam menjaga keseimbangan antara pasangan dan keluarga asal. Tak jarang kita menghadapi kondisi di mana pasangan tampak lebih sering berpihak kepada orang tuanya dibanding mendukung kita.
Situasi semacam ini bisa menimbulkan rasa bingung bahkan menyakitkan, terlebih jika terus berulang dalam persoalan-persoalan penting. Sikap tersebut rupanya sering kali berakar dari pengalaman serta pola pengasuhan yang dialami seseorang sejak kecil.
Dikutip dari Geediting.com, Minggu (11/05), terdapat tujuh pengalaman masa kecil yang bisa membentuk kecenderungan untuk lebih memihak orang tua daripada pasangan sendiri.
1. Diajarkan Orang Tua Tidak Pernah Salah
Satu di antara pondasi awal yang kuat adalah keyakinan bahwa figur otoritas orang tua tidak bisa keliru atau melakukan kesalahan. Pengajaran ini bisa menanamkan ide bahwa apa pun kata atau tindakan orang tua harus diterima sebagai kebenaran mutlak tanpa adanya bantahan.
2. Kurang Kemandirian Emosional
Mereka mungkin tidak didorong atau tidak diberi kesempatan untuk mengembangkan cara mengelola perasaan serta keputusan secara mandiri. Kebutuhan akan validasi atau persetujuan orang tua dalam hal emosional masih sangat kuat hingga mereka dewasa.
3. Ditekan Menjadi Anak Sempurna
Beberapa orang tumbuh dengan ekspektasi tinggi untuk selalu memenuhi standar ideal yang ditetapkan oleh orang tua mereka. Tekanan ini bisa membuat mereka merasa nilai diri bergantung pada seberapa baik mereka menyenangkan atau membanggakan orang tua.
4. Tidak Pernah Boleh Menyelesaikan Konflik Sendiri
Mereka mungkin tidak pernah diajari atau diizinkan menghadapi serta menyelesaikan perselisihan atau masalah kecil tanpa campur tangan orang tua. Akibatnya, mereka kesulitan mengembangkan keterampilan negosiasi atau penyelesaian masalah dalam hubungan dewasa mereka sendiri.
5. Mengalami Manipulasi Emosional
Pengalaman masa kecil yang melibatkan rasa bersalah atau gaslighting dari orang tua bisa meninggalkan luka mendalam. Teknik manipulasi ini membuat mereka cenderung sulit memercayai penilaian atau perasaan diri sendiri terutama saat berhadapan dengan orang tua.
6. Tumbuh di Sistem Keluarga yang Melebur
Dalam sistem keluarga yang batas antarindividunya kabur, kebutuhan dan perasaan satu anggota terasa sangat terkait dengan anggota lainnya. Hal ini membuat sulit untuk memisahkan identitas atau kepentingan diri sendiri dari identitas atau kepentingan orang tua.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
