Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 11 Mei 2025 | 21.46 WIB

Kenapa Pasangan Selalu Memihak Orang Tuanya? Ini 7 Pengalaman Masa Kecil yang Bisa Jadi Penyebab

Ilustrasi keluarga kecil. (Freepik) - Image

Ilustrasi keluarga kecil. (Freepik)

JawaPos.com - Menjalin hubungan romantis kerap menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dalam menjaga keseimbangan antara pasangan dan keluarga asal. Tak jarang kita menghadapi kondisi di mana pasangan tampak lebih sering berpihak kepada orang tuanya dibanding mendukung kita.

Situasi semacam ini bisa menimbulkan rasa bingung bahkan menyakitkan, terlebih jika terus berulang dalam persoalan-persoalan penting. Sikap tersebut rupanya sering kali berakar dari pengalaman serta pola pengasuhan yang dialami seseorang sejak kecil.

Dikutip dari Geediting.com, Minggu (11/05), terdapat tujuh pengalaman masa kecil yang bisa membentuk kecenderungan untuk lebih memihak orang tua daripada pasangan sendiri.

1. Diajarkan Orang Tua Tidak Pernah Salah

Satu di antara pondasi awal yang kuat adalah keyakinan bahwa figur otoritas orang tua tidak bisa keliru atau melakukan kesalahan. Pengajaran ini bisa menanamkan ide bahwa apa pun kata atau tindakan orang tua harus diterima sebagai kebenaran mutlak tanpa adanya bantahan.

2. Kurang Kemandirian Emosional

Mereka mungkin tidak didorong atau tidak diberi kesempatan untuk mengembangkan cara mengelola perasaan serta keputusan secara mandiri. Kebutuhan akan validasi atau persetujuan orang tua dalam hal emosional masih sangat kuat hingga mereka dewasa.

3. Ditekan Menjadi Anak Sempurna

Beberapa orang tumbuh dengan ekspektasi tinggi untuk selalu memenuhi standar ideal yang ditetapkan oleh orang tua mereka. Tekanan ini bisa membuat mereka merasa nilai diri bergantung pada seberapa baik mereka menyenangkan atau membanggakan orang tua.

4. Tidak Pernah Boleh Menyelesaikan Konflik Sendiri

Mereka mungkin tidak pernah diajari atau diizinkan menghadapi serta menyelesaikan perselisihan atau masalah kecil tanpa campur tangan orang tua. Akibatnya, mereka kesulitan mengembangkan keterampilan negosiasi atau penyelesaian masalah dalam hubungan dewasa mereka sendiri.

5. Mengalami Manipulasi Emosional

Pengalaman masa kecil yang melibatkan rasa bersalah atau gaslighting dari orang tua bisa meninggalkan luka mendalam. Teknik manipulasi ini membuat mereka cenderung sulit memercayai penilaian atau perasaan diri sendiri terutama saat berhadapan dengan orang tua.

6. Tumbuh di Sistem Keluarga yang Melebur

Dalam sistem keluarga yang batas antarindividunya kabur, kebutuhan dan perasaan satu anggota terasa sangat terkait dengan anggota lainnya. Hal ini membuat sulit untuk memisahkan identitas atau kepentingan diri sendiri dari identitas atau kepentingan orang tua.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore