
Ilustrasi, orang yang sedang mencicipi kuliner lokal saat traveling. Freepik/ freepik.
JawaPos.com - Makan adalah kebutuhan pokok bagi setiap individu, termasuk saat traveling.
Ketika traveling ke tempat baru, Sebagian orang cenderung mencoba kuliner lokal, sementara yang lainnya memilih makan makanan yang sudah dikenalnya.
Dilansir JawaPos.com dari geediting pada Senin (5/5), bagi orang yang jarang mencoba kuliner lokal saat traveling, psikolog mengungkapkan tujuh perilaku berikut yang dimilikinya.
1. Takut terhadap Hal yang Tidak Diketahui
Banyak orang yang jarang melangkah keluar dari zona nyaman bila menyangkut makanan. Perilaku semacam ini berasal dari naluri bertahan hidup dasar yang dimiliki oleh tiap individu.
Jadi, bila seseorang menghindari kuliner lokal saat bepergian mungkin memiliki rasa takut yang mendasarinya terhadap hal-hal yang tidak diketahuinya. Ibarat gunung es, bagian atas adalah makanan yang sudah dikenal dan dicintainya, sementara bagian bawah adalah hidangan asing yang belum pernah dicoba.
Jadi, bila melihat seseorang mengemas makanan ringan dalam koper atau memilih makanan cepat saji yang sudah familiar daripada menikmati kuliner khas setempat, itulah naluri bawah sadar mereka yang muncul untuk bertahan hidup.
2. Kebutuhan untuk Mengendalikan
Kebutuhan untuk mengendalikan atau mengontrol kemana akan pergi bahkan makanan yang akan disantap mungkin dimiliki oleh sebagian pelancong.
Perilaku ini akan mengganggu kemampuan seseorang untuk membenamkan diri sepenuhnya dalam budaya baru, termasuk mencoba hidangan lokal ketika bepergian ke suatu tempat.
Jadi, bila menemui seseorang yang memilih burger daripada sushi ketika di Tokyo atau pizza daripada paella ketika di Spanyol, maka mereka sebenarnya sedang memperlihatkan kemampuannya mempertahankan kontrol saat menjelajahi wilayah baru.
3. Pengaruh Pola Asuh
Kerap kali preferensi makanan seseorang dibentuk oleh kebiasaan makan dan latar belakang budaya keluarganya.
Jadi, ketika seseorang terpapar berbagai jenis makanan yang terbatas saat tumbuh dewasa, kemungkinan besar akan sulit melepaskan diri dari kebiasaan tersebut atau mencoba makanan baru.
4. Kepekaan Terhadap Rasa dan Bau

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
