Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 6 Mei 2025 | 01.27 WIB

Jarang Mencoba Kuliner Lokal Saat Traveling? Menurut Psikologi, 7 Perilaku Ini Anda Miliki

Ilustrasi, orang yang sedang mencicipi kuliner lokal saat traveling. Freepik/ freepik. - Image

Ilustrasi, orang yang sedang mencicipi kuliner lokal saat traveling. Freepik/ freepik.

JawaPos.com - Makan adalah kebutuhan pokok bagi setiap individu, termasuk saat traveling.

Ketika traveling ke tempat baru, Sebagian orang cenderung mencoba kuliner lokal, sementara yang lainnya memilih makan makanan yang sudah dikenalnya.

Dilansir JawaPos.com dari geediting pada Senin (5/5), bagi orang yang jarang mencoba kuliner lokal saat traveling, psikolog mengungkapkan tujuh perilaku berikut yang dimilikinya.

1. Takut terhadap Hal yang Tidak Diketahui

Banyak orang yang jarang melangkah keluar dari zona nyaman bila menyangkut makanan. Perilaku semacam ini berasal dari naluri bertahan hidup dasar yang dimiliki oleh tiap individu.

Jadi, bila seseorang menghindari kuliner lokal saat bepergian mungkin memiliki rasa takut yang mendasarinya terhadap hal-hal yang tidak diketahuinya. Ibarat gunung es, bagian atas adalah makanan yang sudah dikenal dan dicintainya, sementara bagian bawah adalah hidangan asing yang belum pernah dicoba.

Jadi, bila melihat seseorang mengemas makanan ringan dalam koper atau memilih makanan cepat saji yang sudah familiar daripada menikmati kuliner khas setempat, itulah naluri bawah sadar mereka yang muncul untuk bertahan hidup.

2. Kebutuhan untuk Mengendalikan

Kebutuhan untuk mengendalikan atau mengontrol kemana akan pergi bahkan makanan yang akan disantap mungkin dimiliki oleh sebagian pelancong.

Perilaku ini akan mengganggu kemampuan seseorang untuk membenamkan diri sepenuhnya dalam budaya baru, termasuk mencoba hidangan lokal ketika bepergian ke suatu tempat.

Jadi, bila menemui seseorang yang memilih burger daripada sushi ketika di Tokyo atau pizza daripada paella ketika di Spanyol, maka mereka sebenarnya sedang memperlihatkan kemampuannya mempertahankan kontrol saat menjelajahi wilayah baru.

3. Pengaruh Pola Asuh

Kerap kali preferensi makanan seseorang dibentuk oleh kebiasaan makan dan latar belakang budaya keluarganya.

Jadi, ketika seseorang terpapar berbagai jenis makanan yang terbatas saat tumbuh dewasa, kemungkinan besar akan sulit melepaskan diri dari kebiasaan tersebut atau mencoba makanan baru.

4. Kepekaan Terhadap Rasa dan Bau

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore