Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 5 Mei 2025 | 22.04 WIB

Jarang Disadari, Ini 7 Manfaat di Balik Rasa Syukur Menurut Sains yang Mengubah Hidup

Bersyukur (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Kita sering mendengar nasihat, "Berhentilah mengasihani diri sendiri." Walaupun tidak mudah melepaskan perasaan kasihan pada diri sendiri, orang yang tangguh secara mental justru memilih untuk menggantikannya dengan rasa syukur. 

Baik itu dengan menulis daftar hal-hal yang patut disyukuri maupun sekadar merenung sejenak dan mengucap syukur dalam hati atas apa yang dimiliki, kebiasaan ini bisa membawa perubahan besar dalam hidup seseorang.

Dilansir dari laman Your Tango pada Senin (05/05), berikut 7 manfaat rasa syukur yang sering kali dianggap sepele, padahal telah dibuktikan secara ilmiah

1. Rasa Syukur Membuka Peluang Hubungan Baru

Mengucapkan 'terima kasih' mungkin terdengar sederhana, tapi dampaknya bisa besar. Dalam sebuah penelitian tahun 2014 yang diterbitkan di jurnal Emotion, menunjukkan bahwa rasa terima kasih membuat orang lain merasa dihargai dan lebih tertarik menjalin hubungan lebih lanjut. 

Misalnya, saat kita mengucapkan terima kasih kepada orang yang baru kita kenal atau rekan kerja yang telah membantu, itu bisa menjadi awal dari koneksi sosial yang lebih dalam. Sikap menghargai orang lain menciptakan kesan positif, yang pada akhirnya memudahkan kita dalam membangun jejaring sosial dan memperluas lingkaran pertemanan.

2. Rasa Syukur Meningkatkan Kesehatan Fisik

Sebuah studi dari tahun 2012 dalam jurnal Personality and Individual Differences menemukan bahwa orang yang memiliki rasa syukur cenderung merasa lebih sehat secara fisik dan mengalami lebih sedikit keluhan nyeri. 

Mereka juga lebih peduli pada kesehatan, seperti rajin berolahraga dan rutin memeriksakan diri ke dokter. Orang yang bersyukur memiliki kecenderungan untuk menjaga tubuh mereka lebih baik karena mereka menghargai hidup yang dimiliki.

3. Rasa Syukur Menyehatkan Kondisi Psikologis

Menurut penelitian oleh Robert Emmons, seorang ahli terkemuka dalam studi tentang rasa syukur, kebiasaan ini terbukti mampu mengurangi emosi negatif seperti iri, dendam, frustasi, dan penyesalan. 

Rasa syukur berperan besar dalam meningkatkan kebahagiaan dan menurunkan risiko depresi. Dengan memusatkan perhatian pada hal-hal positif dalam hidup, seseorang lebih mampu mengelola stres dan menjaga kesehatan mentalnya tetap stabil.

4. Rasa Syukur Menumbuhkan Empati dan Meredam Agresi

Penelitian dari Universitas Kentucky pada tahun 2012 menunjukkan bahwa individu yang bersyukur lebih mampu berempati dan tidak mudah tersulut emosi negatif. Bahkan ketika diperlakukan kurang baik, mereka cenderung tidak membalas dendam dan tetap menunjukkan sikap peduli terhadap orang lain. Rasa syukur membuat seseorang lebih tenang dalam menghadapi konflik dan lebih mampu melihat situasi dari sudut pandang orang lain.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore