Bersyukur (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Kita sering mendengar nasihat, "Berhentilah mengasihani diri sendiri." Walaupun tidak mudah melepaskan perasaan kasihan pada diri sendiri, orang yang tangguh secara mental justru memilih untuk menggantikannya dengan rasa syukur.
Baik itu dengan menulis daftar hal-hal yang patut disyukuri maupun sekadar merenung sejenak dan mengucap syukur dalam hati atas apa yang dimiliki, kebiasaan ini bisa membawa perubahan besar dalam hidup seseorang.
Dilansir dari laman Your Tango pada Senin (05/05), berikut 7 manfaat rasa syukur yang sering kali dianggap sepele, padahal telah dibuktikan secara ilmiah.
1. Rasa Syukur Membuka Peluang Hubungan Baru
Mengucapkan 'terima kasih' mungkin terdengar sederhana, tapi dampaknya bisa besar. Dalam sebuah penelitian tahun 2014 yang diterbitkan di jurnal Emotion, menunjukkan bahwa rasa terima kasih membuat orang lain merasa dihargai dan lebih tertarik menjalin hubungan lebih lanjut.
Misalnya, saat kita mengucapkan terima kasih kepada orang yang baru kita kenal atau rekan kerja yang telah membantu, itu bisa menjadi awal dari koneksi sosial yang lebih dalam. Sikap menghargai orang lain menciptakan kesan positif, yang pada akhirnya memudahkan kita dalam membangun jejaring sosial dan memperluas lingkaran pertemanan.
2. Rasa Syukur Meningkatkan Kesehatan Fisik
Sebuah studi dari tahun 2012 dalam jurnal Personality and Individual Differences menemukan bahwa orang yang memiliki rasa syukur cenderung merasa lebih sehat secara fisik dan mengalami lebih sedikit keluhan nyeri.
Mereka juga lebih peduli pada kesehatan, seperti rajin berolahraga dan rutin memeriksakan diri ke dokter. Orang yang bersyukur memiliki kecenderungan untuk menjaga tubuh mereka lebih baik karena mereka menghargai hidup yang dimiliki.
3. Rasa Syukur Menyehatkan Kondisi Psikologis
Menurut penelitian oleh Robert Emmons, seorang ahli terkemuka dalam studi tentang rasa syukur, kebiasaan ini terbukti mampu mengurangi emosi negatif seperti iri, dendam, frustasi, dan penyesalan.
Rasa syukur berperan besar dalam meningkatkan kebahagiaan dan menurunkan risiko depresi. Dengan memusatkan perhatian pada hal-hal positif dalam hidup, seseorang lebih mampu mengelola stres dan menjaga kesehatan mentalnya tetap stabil.
4. Rasa Syukur Menumbuhkan Empati dan Meredam Agresi
Penelitian dari Universitas Kentucky pada tahun 2012 menunjukkan bahwa individu yang bersyukur lebih mampu berempati dan tidak mudah tersulut emosi negatif. Bahkan ketika diperlakukan kurang baik, mereka cenderung tidak membalas dendam dan tetap menunjukkan sikap peduli terhadap orang lain. Rasa syukur membuat seseorang lebih tenang dalam menghadapi konflik dan lebih mampu melihat situasi dari sudut pandang orang lain.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
