
Ilustrasi diam
JawaPos.com - Sebagai makhluk sosial, manusia tentu tidak lepas dari yang namanya dinamika sosial satu sama lain. Hubungan antara satu manusia dengan yang lain bisa berada di kondisi baik atau dalam konflik.
Ketika seseorang sedang berkonflik dengan orang lain, hal ini bisa membuat keduanya berada di suatu argumen. Kamu mungkin pernah melihat atau mengalami keadaan berargumen dengan orang lain, menentukan yang salah dan benar.
Dalam sebuah argumen, normalnya seseorang berusaha membela diri atau menyampaikan pendapat dari sisinya. Akan tetapi, ada kalanya seseorang memilih untuk diam dalam sebuah argumen.
Hal ini bisa menimbulkan tanya tidak hanya bagi lawan bicara, namun juga orang yang menonton argumen tersebut.
Tentunya ada beberapa alasan yang menyebabkan seseorang memilih respon tersebut. DIlansir dari Tiny BUddha dan Vincent Boucard, berikut ini 7 alasan mengapa seseorang memilih diam di tengah argumen dengan orang lain:
1. Menolak untuk Negatif
Alasan pertama mengapa seseorang memilih diam di tengah argumen adalah ia bisa saja menolak untuk negatif. Ketika seseorang beradu argumen, argumen ini bisa datang dari tempat negatif.
Misalnya kemarahan, kekecewaan, baik itu atas alasan yang baik atau buruk. Situasi negatif tersebut mungkin ingin dihindari seseorang, sehingga mereka lebih memilih diam ketimbang merespon dan ikut terkena negativitas yang ada.
2. Menghindari Penyesalan
Alasan kedua mengapa seseorang memilih diam saat argumen adalah mereka menghindari penyesalan di masa depan. Ketika seseorang marah atau bicara padamu dengan nada tinggi, lawan bicara biar saja ikut menyambut dengan kata-kata tidak baik.
Seseorang bisa memilih untuk mengendalikan diri, ketimbang takut akan mengeluarkan kata-kata yang bisa menyakiti lawan bicara, bahkan menghancurkan hubungan mereka berdua di masa depan.
3. Tidak Memperkeruh
ALasan ketiga mengapa seseorang memilih diam di tengah argumen bersama orang lain adalah mereka tidak ingin memperkeruh suasana. Ketika seseorang berkonflik, keadaan isi kepala tentu berisi pemikiran yang tidak baik.
Ketika seseorang memutuskan untuk menyambut argumen tersebut, hal tersebut bisa jadi minyak yang disiram ke kobaran api. Akhirnya, tidak ada penyelesaian serius atau solusi konkrit dari masalah yang ada. Hal inilah yang ingin dihindari oleh seseorang tersebut.
4. Bertindak Bijak dan Dewasa

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
