Ilustrasi ketakutan akan penolakan (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Ketika sulit membangun pertemanan, perasaan rendah diri bisa muncul dengan mudah. Melihat orang lain tampak akrab dan mudah bersosialisasi, kamu bisa merasa seperti ada yang salah dengan diri sendiri atau merasa tertinggal dalam memahami sesuatu yang tampaknya dipahami semua orang. Lambat laun, kecemasan dalam situasi sosial makin parah, dan kamu mulai bertanya-tanya mengapa dirimu begitu sensitif terhadap hal-hal semacam ini?
Jika kondisi ini terasa familiar, mungkin saja penyebabnya adalah ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder). Orang dengan ADHD umumnya mengalami emosi lebih intens, memiliki lebih sedikit hubungan sosial, serta lebih sering mengalami penolakan dibandingkan mereka yang tidak memiliki gangguan ini. Ironisnya, banyak dari mereka bahkan tidak menyadari bahwa yang mereka alami adalah ADHD, karena gejalanya tak selalu dikenali.
Penelitian menunjukkan bahwa banyak anak muda tidak memahami ciri-ciri klasik ADHD, tetapi mereka lebih menyadari gejala seperti emosi yang tidak stabil dan rasa takut ditolak. Jika kamu ingin bersosialisasi dan terlibat dalam percakapan, namun masih dihantui oleh kesalahan di masa lalu, ketahuilah bahwa perasaan ini umum terjadi pada mereka yang memiliki ADHD.
Dilansir dari laman Your Tango pada Rabu (30/04), berikut adalah penjelasannya.
1. Ketakutan akan Penolakan Bisa Menjadi Sinyal ADHD
Banyak orang dengan ADHD mengalami kesulitan untuk benar-benar fokus pada lawan bicara, karena pikiran mereka dipenuhi oleh kecemasan dan kritik terhadap diri sendiri. Ini seringkali membuat mereka tampak tidak tertarik atau canggung.
Selain itu, saat mencoba memahami pembicaraan, mereka bisa merasa kewalahan dan akhirnya berbicara terlalu banyak atau membagikan informasi yang terlalu pribadi yang kemudian memicu perasaan tidak nyaman dan cemas. Jika pengalaman sosial yang negatif lebih sering terjadi daripada yang positif, maka kepekaan terhadap penolakan pun makin meningkat.
2. Kenangan Sosial yang Menyakitkan Bisa Tertanam Lama
Setelah pernah ditolak, apalagi berkali-kali, seseorang bisa mulai menganggap bahkan penolakan kecil atau yang belum tentu nyata sekalipun sebagai sesuatu yang menyakitkan. Reaksi emosional yang muncul bisa terasa tidak proporsional terhadap situasi yang sebenarnya.
Menurut pendidik Anna Thea, emosi negatif sama pentingnya dengan emosi positif. Ia menekankan bahwa menjadi emosional bukan berarti lemah, karena emosi adalah bagian dari sistem navigasi diri yang memberitahu saat ada sesuatu yang tidak beres. Ketika kita dapat terhubung dengan sistem ini, kita bisa melepaskan beban emosional yang selama ini menekan.
3. Ketakutan Sosial yang Timbul dari Masa Lalu
Sensitivitas terhadap penolakan (Rejection Sensitivity atau RS) didefinisikan sebagai kecenderungan untuk merasa cemas, mudah tersinggung, dan bereaksi berlebihan terhadap penolakan nyata maupun hanya dugaan.
Hal ini sangat umum pada penderita ADHD karena mereka kesulitan mengatur emosi dan biasanya telah mengalami banyak penolakan sebelumnya. Emosi yang terlalu kuat bisa terasa menyakitkan secara fisik dan membuat mereka sulit membangun hubungan yang sehat dan berarti.
Dalam kehidupan sehari-hari, penderita ADHD bisa terlalu memperhatikan atau bahkan salah menafsirkan perubahan kecil dalam nada suara atau bahasa tubuh orang lain, yang memperkuat rasa takut akan penolakan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022