Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 1 Mei 2025 | 03.48 WIB

Lelaki yang Dibesarkan dengan Sangat Minim Kasih Sayang Biasanya Akan Mengalami 7 Masalah Ini di Kemudian Hari Menurut Psikologi

ILustrasi seseorang yang dibesarkan dengan minim kasih sayang - Image

ILustrasi seseorang yang dibesarkan dengan minim kasih sayang

JawaPos.com - Tidak semua anak tumbuh di lingkungan yang hangat dan penuh cinta.

Sayangnya, banyak laki-laki dibesarkan dalam lingkungan di mana kasih sayang dianggap sebagai kelemahan, atau di mana ekspresi emosi diredam demi menunjukkan “kekokohan” dan “kejantanan”.

Dalam jangka pendek, mereka mungkin terlihat tangguh.

Tapi dalam jangka panjang, minimnya kasih sayang saat tumbuh besar dapat meninggalkan luka psikologis yang dalam dan berpengaruh kuat terhadap cara mereka menjalani hidup saat dewasa.

Dilansir dari Small Biz Technology pada Rabu (30/4), menurut berbagai studi psikologi perkembangan dan kesehatan mental, berikut adalah 7 masalah yang biasanya dialami lelaki yang tumbuh tanpa cukup kasih sayang:

1. Kesulitan Mengekspresikan Emosi

Kasih sayang sejak kecil menjadi dasar penting bagi anak laki-laki untuk belajar mengenali dan mengekspresikan perasaan mereka dengan cara yang sehat.

Namun ketika mereka tumbuh tanpa pelukan, kata-kata penuh cinta, atau dukungan emosional, mereka sering kali menjadi pria dewasa yang tidak tahu bagaimana berbicara tentang apa yang mereka rasakan.

Alih-alih mengungkapkan kesedihan atau kekecewaan, mereka mungkin memilih diam, menghindar, atau mengekspresikannya lewat kemarahan.

Ini bukan karena mereka tidak punya perasaan, tapi karena mereka tidak diajari bahwa emosi adalah bagian normal dari menjadi manusia.

2. Tantangan dalam Menjalin Hubungan yang Dekat

Tanpa pengalaman kasih sayang yang konsisten di masa kecil, banyak laki-laki merasa kesulitan membangun hubungan yang intim dan penuh kepercayaan saat dewasa.

Mereka mungkin tampak tertutup, menjaga jarak, atau malah takut terlalu dekat dengan orang lain—bahkan dengan pasangan sendiri.

Sebagian besar dari mereka belajar untuk “mandiri secara emosional” sejak kecil, dan itu membuat mereka sulit membuka diri. Ini bisa menciptakan hubungan yang dangkal, penuh salah paham, atau bahkan membuat mereka tampak dingin.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore