
Ilustrasi seseorang yang suka menggunakan filter foto. (Freepik)
JawaPos.com - Banyak orang merasa perlu menggunakan filter setiap kali mengunggah foto. Hal ini ternyata berkaitan dengan sejumlah perilaku psikologis yang tidak hanya mempengaruhi kesejahteraan mental, tetapi juga hubungan sosial mereka.
Fenomena ini semakin terlihat dengan berkembangnya media sosial, di mana penampilan digital sering kali menjadi cerminan identitas seseorang.
Dilansir dari Geediting pada Minggu (27/4), berikut adalah tujuh perilaku yang biasanya muncul pada orang yang sering menggunakan filter pada foto mereka, berdasarkan temuan psikologi.
1. Mencari Validasi dari Orang Lain
Salah satu perilaku yang sering terjadi adalah keinginan untuk selalu mendapatkan validasi dari orang lain. Ketika seseorang terlalu sering menggunakan filter, hal ini bisa menunjukkan kebutuhan yang mendalam untuk mendapat pengakuan dan pujian dari pengikutnya.
Foto yang difilter menjadi lebih dari sekadar berbagi momen, tetapi menjadi alat untuk mendapatkan "like" dan komentar positif. Perilaku ini mencerminkan kebutuhan dasar manusia akan penerimaan sosial yang semakin terwujud di dunia digital.
Bagi banyak orang, keinginan ini bisa menjadi sebuah siklus yang tak berujung, di mana nilai diri mereka tergantung pada angka-angka di media sosial. Oleh karena itu, penting untuk merenungkan, apakah foto yang diunggah benar-benar untuk berbagi cerita, atau hanya untuk mengejar pengakuan?
2. Menciptakan Persona Palsu
Perilaku berikutnya adalah menciptakan persona palsu yang jauh berbeda dengan kenyataan. Seringkali, orang yang menggunakan filter akan membangun citra diri yang tidak sesuai dengan kehidupan mereka yang sebenarnya.
Misalnya, seseorang bisa mengunggah foto dengan senyum lebar dan caption yang terkesan bahagia, padahal dalam kehidupan nyata, mereka sedang menghadapi tantangan besar.
Perilaku ini berhubungan dengan konsep ‘inkongruensi’ yang dipopulerkan oleh psikolog Carl Rogers. Menurutnya, hidup yang baik bukanlah keadaan yang statis, tetapi sebuah proses yang penuh dengan pasang surut.
Keinginan untuk tampil sempurna secara online bisa menyebabkan ketidaksesuaian antara identitas digital dan kehidupan nyata yang malah menambah tekanan.
3. Terobsesi dengan Gambar yang Sempurna
Berusaha menemukan gambar yang sempurna untuk diunggah menjadi salah satu kebiasaan yang paling menguras energi. Banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam untuk memikirkan sudut foto yang tepat, pencahayaan yang sempurna, dan tentu saja memilih filter yang tepat.
Dalam pencarian kesempurnaan ini, momen yang seharusnya dinikmati bisa terlewatkan begitu saja. Jika kamu merasa terjebak dalam pola ini, penting untuk diingat bahwa hidup bukanlah tentang menampilkan kesempurnaan melalui lensa filter, tetapi tentang menghargai keindahan yang alami dari setiap momen yang ada.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
