Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 April 2025 | 05.14 WIB

Orang yang Merasa Cemas dan Gelisah Setelah Minum Kopi Biasanya Memiliki 7 Ciri Psikologis Ini

lustrasi seseorang yang merasa cemas dan gelisah setelah minum kopi. (Freepik) - Image

lustrasi seseorang yang merasa cemas dan gelisah setelah minum kopi. (Freepik)


JawaPos.com - Minum kopi bagi sebagian orang merupakan rutinitas wajib untuk memulai hari. Aromanya yang khas dan kandungan kafeinnya dipercaya bisa meningkatkan fokus dan semangat. 
Namun, tidak semua orang bereaksi sama terhadap kopi. 
 
Ada yang merasa tubuhnya gelisah, jantung berdebar, bahkan muncul rasa cemas berlebihan setelah mengonsumsi kafein. Hal ini ternyata berkaitan dengan kondisi psikologis seseorang. Respon tubuh terhadap kafein sangat dipengaruhi oleh karakteristik mental dan emosional masing-masing individu.

Beberapa orang bisa minum kopi hingga empat cangkir dalam sehari tanpa masalah, sedangkan yang lain bisa langsung merasa tegang hanya dengan mencium aromanya. 

Bagi yang sering mengalami kegelisahan setelah minum kopi, penting untuk mengenali faktor penyebabnya. Salah satunya adalah kepekaan terhadap zat stimulan seperti kafein.

Dilansir dari Geediting pada Jumat (25/4), berikut ini adalah tujuh ciri psikologis yang umum dimiliki oleh orang-orang yang merasa cemas dan gelisah setelah mengonsumsi kopi.

1. Sensitif terhadap Stimulan

Kafein dikenal sebagai zat stimulan yang merangsang sistem saraf pusat. Bagi sebagian orang, efek ini bisa menimbulkan semangat dan fokus. Namun, pada individu dengan sensitivitas tinggi terhadap stimulan, kafein bisa memicu reaksi berlebihan seperti detak jantung meningkat, kegelisahan, dan ketegangan otot.

Kondisi ini biasanya berkaitan dengan faktor genetik. Tubuh seseorang mungkin memetabolisme kafein lebih lambat sehingga efeknya terasa lebih kuat dan bertahan lebih lama.

2. Cenderung Overthinking

Seseorang yang sering berpikir berlebihan atau overthinking cenderung lebih mudah terpicu rasa cemas setelah minum kopi. Kafein yang meningkatkan kewaspadaan bisa memperparah aktivitas berpikir yang sudah berlebihan.

Alih-alih merasa lebih fokus, justru muncul kekhawatiran dan pikiran negatif yang sulit dihentikan. Hal ini tentu berdampak pada ketenangan mental. Mengurangi konsumsi kopi, terutama di malam hari, bisa membantu meredakan gejolak pikiran dan membuat tidur lebih nyenyak.

3. Memiliki Tingkat Neurotisisme Tinggi

Neurotisisme merupakan salah satu dari lima ciri kepribadian utama dalam psikologi. Ciri ini ditandai dengan kecenderungan untuk mudah cemas, emosional, dan rentan terhadap stres.

Orang dengan tingkat neurotisisme tinggi biasanya lebih peka terhadap tekanan dan sering merasa gelisah. Ketika mereka minum kopi, efek kafein bisa memperburuk kondisi tersebut.

Meskipun beberapa dari mereka tetap mengonsumsi kopi sebagai cara meningkatkan energi, efek sampingnya bisa justru memicu kecemasan yang lebih tinggi.

4. Kepribadian Introvert

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore