
Suasana antrian checkpoint kesehatan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi. (Ramada Kusuma/Jawa Pos Radar Banyuwangi)
JawaPos.com - Kita semua pasti pernah bertemu orang yang, alih-alih ikut antre di restoran, langsung mencari jalan pintas untuk bisa duduk lebih dulu. Mungkin kita menganggap mereka egois atau kurang sabar. Tapi ternyata, menurut psikologi, perilaku semacam ini punya makna yang lebih dalam dari sekadar "ogah antre".
Ada pola pikir dan sifat tertentu yang mendorong seseorang untuk menolak ikut barisan. Dan siapa tahu, kita pun bisa saja punya kecenderungan yang sama tanpa sadar.
Yuk, kita bongkar satu per satu ciri orang yang memilih untuk tidak ikut mengantri – karena mungkin ada sisi menarik dari mereka yang lebih menghargai waktu dibanding sekadar mengikuti aturan tak tertulis, dikutip dari Geediting, Jumat (25/4).
1. Mereka Menghargai Waktu Mereka Sendiri
Orang yang menolak mengantri biasanya bukan hanya tidak sabar. Mereka benar-benar menganggap waktu adalah hal yang sangat berharga. Menunggu terlalu lama untuk mendapatkan meja makan terasa seperti buang-buang energi dan peluang produktif bagi mereka.
Bagi kelompok ini, waktu bisa dimanfaatkan untuk hal lain yang lebih berarti. Mereka lebih suka mencari tempat makan lain daripada duduk diam tanpa kepastian.
Prinsip mereka sederhana: "Kalau bisa cepat, kenapa harus lama?" Ini bukan semata soal buru-buru, tapi tentang efisiensi dalam hidup sehari-hari.
2. Mereka Tegas dalam Menyampaikan Kebutuhan
Salah satu hal yang mencolok dari orang yang menolak ikut antre adalah sikap tegas mereka. Mereka tahu apa yang mereka mau dan tidak ragu untuk menyampaikannya secara langsung.
Bukan berarti mereka kasar atau menuntut, tapi mereka tahu bagaimana menyuarakan kebutuhan secara sopan namun jelas.
Ketegasan ini justru menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang tinggi. Mereka tidak menunggu keadaan berubah, tapi berani bertanya, meminta solusi, atau menegosiasikan alternatif.
Tindakan ini kadang justru membuahkan hasil, seperti mendapatkan tempat duduk lebih cepat dari yang diharapkan.
3. Mereka Punya Toleransi Risiko yang Tinggi
Menolak mengantri adalah keputusan yang berisiko – bisa saja mereka tidak dilayani atau bahkan diminta pergi. Tapi mereka tetap melakukannya karena percaya pada kemungkinan imbalan yang lebih besar.
Keberanian untuk menghadapi ketidakpastian ini menunjukkan bahwa mereka tidak takut pada konsekuensi.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
