Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 April 2025 | 04.09 WIB

Orang yang Tumbuh dalam Kemiskinan Sering Membawa 7 Keyakinan yang Membatasi Ini Hingga Dewasa

Orang yang Tumbuh dalam Kemiskinan Sering Membawa 7 Keyakinan yang Membatasi Ini Hingga Dewasa - Image

Orang yang Tumbuh dalam Kemiskinan Sering Membawa 7 Keyakinan yang Membatasi Ini Hingga Dewasa

JawaPos.com - Tumbuh dalam kemiskinan adalah pengalaman unik yang bisa membentuk cara pandang kita terhadap hidup, terutama dalam hal keyakinan soal uang, kesuksesan, dan masa depan.

Banyak orang dari keluarga miskin yang membawa beban pemikiran tertentu hingga dewasa. Bukan karena mereka lemah, tapi karena itulah cara mereka bertahan.

Hidup dalam keterbatasan finansial memaksa banyak hal untuk diprioritaskan, dan sayangnya, pemikiran yang muncul dalam proses itu tidak selalu memberdayakan.

Dilansir dari DM News pada Kamis (24/4) berikut adalah tujuh keyakinan membatasi yang sering terbawa hingga dewasa oleh orang dari keluarga miskin.

1. Kekayaan Bukan untuk Orang Seperti Kita

Banyak orang dari keluarga miskin tumbuh dengan persepsi bahwa kekayaan adalah sesuatu yang eksklusif, hanya untuk "mereka yang sudah punya".

Pengamatan terhadap kesenjangan sosial, perjuangan sehari-hari, dan narasi tentang "realita hidup" membuat keyakinan ini terasa nyata.

Akibatnya, banyak orang mengurungkan niat untuk mengejar karier yang ambisius atau peluang bisnis karena merasa “bukan untuk kita”.

2. Uang Tidak Tumbuh di Pohon

Ini adalah frasa klasik yang sering terdengar di lingkungan dengan keterbatasan finansial. Hidup hemat memang penting, tapi keyakinan bahwa uang selalu sulit didapat bisa jadi jebakan mental.

Saat dewasa dan mulai menghasilkan sendiri, masih banyak yang takut menikmati hasil kerja keras karena rasa bersalah atau ketakutan akan kehabisan. Padahal, uang seharusnya jadi alat bantu hidup, bukan sumber ketakutan abadi.

3. Pendidikan Adalah Kemewahan, Bukan Kebutuhan

Bagi sebagian besar orang dari keluarga miskin, kebutuhan dasar seperti makan dan tempat tinggal jauh lebih mendesak ketimbang pendidikan. Tidak heran jika tumbuh keyakinan bahwa sekolah tinggi hanya untuk orang yang mampu.

Sayangnya, pola pikir ini sering menghalangi kemajuan. Padahal, pendidikan—baik formal maupun non-formal—adalah salah satu cara terbaik untuk keluar dari siklus keterbatasan finansial.

4. Lebih Aman Tetap pada yang Dikenal

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore