
7 Kebiasaan Orang Kelas Menengah dalam Mengelola Uang yang Membuat Mereka Susah Kaya
JawaPos.com - Banyak dari orang kelas menengah punya penghasilan yang cukup untuk hidup nyaman. Tapi anehnya, kenyamanan itu nggak selalu berbanding lurus dengan pertumbuhan kekayaan.
Meskipun mereka kelihatan "mapan", kenyataannya banyak yang terjebak dalam siklus finansial yang stagnan. Apa yang salah? Jawabannya terletak pada kebiasaan yang tampaknya sepele, tapi sebenarnya cukup merusak.
Dilansir dari DM News pada Kamis (24/4) berikut ini adalah tujuh kebiasaan umum yang sering dilakukan orang kelas menengah dalam mengelola uang mereka. Bahkan justru membuat mereka sulit untuk naik level secara finansial.
1. Membiarkan Gaya Hidup Mengganggu Anggaran Rumah Tangga
Begitu gaji naik, mendadak semua hal terasa "masuk akal". Mobil baru, nongkrong di restoran fancy, gadget terbaru—semuanya seperti hadiah atas kerja keras. Fenomena ini disebut "inflasi gaya hidup".
Meningkatnya penghasilan malah diimbangi dengan pengeluaran yang lebih tinggi. Akibatnya, tidak ada ruang untuk menabung atau berinvestasi.
Orang kelas menengah sering terjebak di sini karena merasa mereka “berhak menikmati hasil kerja keras”. Padahal, pengendalian diri dalam mengelola uang lebih penting untuk jangka panjang.
2. Menganggap Pengeluaran Kecil Setiap Hari sebagai “Terlalu Kecil untuk Jadi Masalah”
Kopi susu setiap pagi, jajan online, ongkos ojek yang bisa diganti jalan kaki—semua ini tampak kecil. Tapi kalau dikumpulkan dalam sebulan, jumlahnya bisa bikin kaget. Ini adalah contoh nyata bagaimana kebiasaan kecil bisa menunda kemajuan finansial.
Banyak orang tidak sadar bahwa kebocoran kecil ini yang paling cepat mengikis tabungan. Padahal, pengeluaran kecil yang rutin jauh lebih berbahaya daripada satu pengeluaran besar sesekali.
3. Pembayaran Otomatis untuk Langganan yang Lupa Pernah Didaftarkan
Kita semua pernah mendaftar platform streaming saat ada promo. Tapi berapa banyak yang terus membayar tanpa sadar masih berlangganan? Mulai dari cloud storage, aplikasi edit foto, sampai produk-produk isi ulang yang dikirim otomatis.
Ini adalah jebakan digital yang sering menjebak orang kelas menengah, karena terasa ringan di awal. Tapi dalam setahun, bisa-bisa menguras jutaan tanpa disadari.
4. Membiayai “Mainan” Terdepresiasi dengan Pinjaman Jangka Panjang
Smartphone, mobil, atau bahkan furniture baru bisa terlihat terjangkau jika dicicil bertahun-tahun. Tapi kenyataannya, barang-barang ini nilainya terus turun, sementara anda masih membayar bunganya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Hasil Piala Presiden: Persib Bandung vs Persebaya Surabaya 1-1, Lanjut ke Extra Time!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Senpi hingga Narkoba di Sekolah Swasta di Jaksel Ternyata Milik Eks Ketua Yayasan
