Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 April 2025 | 00.36 WIB

Gelisah Usai Ngopi? Kenali 7 Ciri Psikologis yang Mungkin Anda Miliki

Ilustrasi seseorang sedang memegang secangkir kopi (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Bagi banyak orang, secangkir kopi adalah teman pagi yang membangkitkan semangat dan fokus untuk memulai hari. Namun, ada juga sebagian individu yang justru merasakan efek sebaliknya, bukan energi malah rasa tidak nyaman dan berdebar.

Sensitivitas terhadap kafein rupanya berkaitan erat dengan beberapa karakteristik psikologis tertentu yang mungkin belum banyak disadari selama ini. Mereka yang mengalami gelisah dan cemas setelah minum kopi seringkali memiliki pola pikiran atau sifat bawaan yang unik. Melansir dari Geediting.com, Kamis (24/4), berikut beberapa ciri psikologis yang seringkali ditemukan pada orang-orang ini.

1. Sensitivitas terhadap Stimulan

Sensitivitas terhadap stimulan seperti kafein menjadi satu di antara alasan utama mengapa reaksi gelisah bisa muncul. Tubuh mereka memang merespons zat perangsang ini secara lebih intens dan kuat dibandingkan tubuh orang lain umumnya.

2. Kecenderungan Berpikir Berlebihan

Kecenderungan berpikir berlebihan atau overthinking yang sudah ada bisa diperparah oleh efek yang ditimbulkan oleh kopi. Kafein dapat meningkatkan aktivitas pada sistem saraf pusat yang memicu putaran pikiran negatif berulang-ulang.

3. Tingkat Neuroticism Tinggi

Individu yang memiliki tingkat neuroticism tinggi cenderung menunjukkan respons emosional yang lebih kuat saat menghadapi situasi stres. Kafein bisa dengan mudah memperbesar perasaan cemas dan ketidakstabilan emosi yang sudah mereka rasakan.

4. Kepribadian Introvert

Orang dengan kepribadian introvert seringkali memiliki kepekaan yang lebih besar terhadap stimulus dari lingkungan sekitar mereka. Konsumsi kafein dapat membuat mereka merasa terlalu terstimulasi sehingga dengan cepat menimbulkan perasaan gelisah.

5. Riwayat Gangguan Kecemasan

Mereka yang memiliki riwayat gangguan kecemasan sebelumnya memang lebih rentan merasakan efek negatif dari kandungan kafein. Stimulan ini sangat mudah sekali memicu kembali kemunculan gejala-gejala kecemasan yang sebelumnya mungkin sudah mereda.

6. Rentan terhadap Stres

Individu yang memang secara alami mudah merasa stres bisa memproduksi lebih banyak hormon kortisol sebagai reaksi terhadap kafein. Peningkatan hormon stres ini mengarah pada kondisi tubuh dan pikiran yang terasa makin tidak tenang dan gelisah.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore