Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 April 2025 | 08.30 WIB

7 Ciri Orang yang Cenderung Mudah Percaya dengan Video Palsu Di Internet, Menurut Psikologi

Ilustrasi orang yang mudah percaya video palsu. (Freepik)

JawaPos.com – Beberapa orang seringkali percaya dengan video palsu di internet. Mereka tampak tertipu dengan konten-konten yang menarik, tetapi tidak melakukan validasi ulang akan kebenarannya.

Dilansir dari Blog Herald, psikologi dapat menunjukkan beberapa ciri tertentu yang membuat orang lebih percaya dengan berita palsu di internet. Berikut adalah tujuh ciri orang yang mudah percaya pada video rekayasa di internet.

  1. Kurang skeptisme

Orang yang mudah percaya dengan video palsu di internet cenderung menerima apa yang dilihatnya, tanpa bersikap ragu atau skeptis.

Mereka tidak pernah menggali lebih dalam, mencari fakta, dan mempertimbangkan bukti kebenaran informasi.

  1. Suka konten sensasional

Keinginan untuk melihat konten sensasional dapat menjadi ciri orang yang mudah tertipu oleh video palsu di internet. Ini karena mereka merasa puas ketika melihat konten sensasional yang memberikan waktu istirahat dari kehidupan mereka.

  1. Keinginan untuk divalidasi

Keinginan untuk mendapatkan validasi dapat membuat seseorang mudah membagikan video palsu di internet.

Kebutuhan ini terkadang dapat mengaburkan penilaian seseorang akan kebenaran suatu informasi, sehingga secara impulsif menyebarkan berita palsu.

  1. Literasi digital rendah

Tingkat literasi digital yang rendah membuat seseorang mudah terjerumus video palsu yang ada di internet. Ini karena, semakin sedikit seseorang membaca informasi dari media terpercaya, maka mereka akan semakin mudah terjebak dengan informasi palsu.

  1. Bias konfirmasi

Orang yang percaya dengan video palsu di internet seringkali memiliki keyakinan yang sama dengan tayangan yang dilihat. Ini seringkali disebut sebagai bias konfirmasi, yang membuat seseorang cenderung menerima hal palsu sebagai kebenaran tanpa keraguan.

  1. Terlalu percaya diri dalam mengambil keputusan

Terlalu percaya diri terkadang tidak memberikan dampak baik bagi seseorang, terutama jika mereka mudah terpengaruh oleh video palsu di internet. Rasa percaya diri berlebihan ini terkadang dapat membutakan mereka terhadap tanda-tanda rekayasa dari sebuah konten.

  1. Kurang berpikir kritis

Kurang pemikiran kritis dapat membuat seseorang lebih rentan mempercayai video palsu di internet. Mereka tanpa mempertanyakan sumber, tujuan, atau keaslian konten, tetapi mengkonsumsinya secara pasif, sehingga menyebabkan misinformasi.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore