Frasa orang kepribadian pasif-agresif menurut psikologi (Dok. Freepik)
JawaPos.com – Kepribadian pasif-agresif sering kali diungkapkan melalui frasa yang terlihat netral, tetapi sebenarnya menyiratkan ketidakpuasan atau konflik tersembunyi.
Dalam psikologi, kepribadian pasif-agresif sering dikaitkan dengan kesulitan mengekspresikan emosi secara langsung, sehingga individu tersebut cenderung mengungkapkan perasaan mereka secara tidak langsung atau melalui sindiran.
Dilansir dari Geediting.com pada Rabu (23/4), diterangkan bahwa terdapat delapan frasa seorang yang memiliki kepribadian pasif-agresif menurut psikologi.
1. Terserah Kamu Saja
Sebuah ungkapan klasik yang sering digunakan oleh orang dengan kepribadian pasif-agresif adalah "terserah kamu saja." Meski terdengar seperti persetujuan, frasa ini sebenarnya menyembunyikan ketidaksetujuan di balik topeng kepatuhan yang palsu.
Ketika seseorang menggunakan frasa ini, misalnya saat kamu mengusulkan tempat makan malam, mereka sebenarnya tidak nyaman dengan pilihan tersebut namun memilih untuk tidak mengungkapkannya secara terbuka.
Ekspresi ini bersifat manipulatif karena dirancang untuk membuat kamu merasa bersalah atau meragukan keputusan sendiri, tanpa orang tersebut harus bertanggung jawab atas perasaan atau pendapat mereka.
2. Tidak Apa-Apa, Sungguh
Ungkapan yang terdengar meyakinkan ini seringkali memiliki makna yang bertentangan dengan apa yang diucapkan oleh seseorang dengan kepribadian pasif-agresif. Ketika mereka mengatakan "tidak apa-apa, sungguh," biasanya justru ada masalah yang tidak diungkapkan.
Frasa ini menjadi alat untuk menekan perasaan atau keluhan mereka yang sebenarnya, sambil secara halus memberi tahu bahwa ada masalah yang tersembunyi. Ini bisa membuat kamu terjebak dalam permainan menebak-nebak apa yang sebenarnya mengganggu mereka, karena mereka tidak mengkomunikasikan masalahnya secara jelas.
3. Aku Tidak Marah
Ketika seseorang mengatakan bahwa mereka tidak marah, padahal tindakan atau bahasa tubuh mereka menunjukkan sebaliknya, ini merupakan tanda yang jelas dari perilaku pasif-agresif. Penelitian menunjukkan bahwa ketika seseorang benar-benar tidak marah, mereka jarang merasa perlu untuk menyatakannya secara eksplisit.
Orang dengan kecenderungan pasif-agresif menggunakan frasa ini untuk mengekspresikan perasaan negatif mereka tanpa harus mengakuinya secara terbuka, sekaligus menjadi cara tidak langsung untuk mengkomunikasikan ketidakpuasan mereka.
4. Sudah, Tidak Usah Dipikirkan

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
