Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 April 2025 | 12.17 WIB

Kalimat Rahasia Terapis Trauma untuk Mendeteksi Luka Batin di Masa Kecil yang Belum Tuntas

Ilustrasi seseorang yang terlihat sedang merenung, mungkin memikirkan masa lalu atau kesulitan yang belum terselesaikan dalam dirinya. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang terlihat sedang merenung, mungkin memikirkan masa lalu atau kesulitan yang belum terselesaikan dalam dirinya. (Freepik)

JawaPos.com - Sering kali kita tidak menyadari bahwa masa kecil memiliki pengaruh besar terhadap cara kita berpikir, merasakan, dan menjalin hubungan saat dewasa. Luka batin atau trauma yang belum tuntas di masa lalu bisa kembali muncul tanpa kita sadari dalam perilaku sehari-hari.

Dalam proses terapi, para profesional sangat memperhatikan kata-kata  yang diucapkan klien. Seorang terapis trauma menyebutkan bahwa ada ungkapan tertentu yang bisa menjadi sinyal kuat bahwa luka masa kecil masih berpengaruh hingga kini.

Seperti dilansir dari Geediting.com, Selasa (22/4), kalimat reflektif seperti "Kapan Anda memutuskan bahwa kebutuhan Anda tidak penting?" kerap digunakan untuk menggali lebih dalam akar luka batin yang belum terobati.

Kalimat tersebut bukan sekadar pertanyaan retoris. Bagi banyak orang, itu mencerminkan keputusan bawah sadar yang terbentuk di masa kecil—saat mereka mulai belajar bahwa kebutuhan pribadi tak layak diperjuangkan atau bahkan diabaikan sepenuhnya. Dari sinilah berbagai pola perilaku tertentu bisa berkembang tanpa disadari.

Berikut beberapa tanda atau respons yang mungkin muncul akibat luka batin masa kecil yang belum disembuhkan:

1. Menunjukkan Kebiasaan Mengecilkan Sakit

Sering kali, orang yang membawa luka ini terbiasa mengecilkan rasa sakit atau masalah yang mereka alami. Mereka telah diajarkan sejak kecil bahwa mengekspresikan rasa sakit atau menunjukkan kelemahan bukanlah hal yang bisa diterima.

2. Belajar Menekan Emosi di Masa Kecil

Frasa tersebut bisa berakar dari lingkungan masa kecil di mana menunjukkan emosi dianggap sebagai kelemahan atau tidak diperbolehkan sama sekali. Akibatnya, mereka mengembangkan mekanisme pertahanan diri untuk menekan perasaan sulit jauh ke dalam diri.

3. Perasaan Bahwa Kebutuhan Tidak Penting

Individu yang merasa kebutuhannya tidak penting biasanya tumbuh dalam kondisi di mana perasaan mereka tidak dianggap serius. Mereka memikul beban emosi sendiri, tanpa merasa pantas meminta dukungan dari orang lain.

4. Kesulitan Menerima Uluran Bantuan

Manifestasi lain dari luka ini adalah kesulitan besar saat ada orang lain mencoba menawarkan dukungan, bantuan, atau sekadar validasi emosi. Mereka terbiasa menghadapi segalanya sendirian dan merasa tidak nyaman saat ada yang mencoba masuk membantu penyelesaian masalah pribadi.

5. Mekanisme Bertahan Hidup yang Terbentuk

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore