Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 April 2025 | 13.20 WIB

Suka Tidur dengan Suara TV Menyala? Mungkin Kamu Punya 8 Karakteristik Psikologis Ini Tanpa Sadar

Ilustrasi seseorang mendengarkan suara latar saat berusaha tidur (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang mendengarkan suara latar saat berusaha tidur (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Sebagian orang butuh kamar yang benar-benar hening untuk tidur lelap. Tapi, ada juga yang justru susah tidur jika terlalu sepi dan lebih nyaman dengan suara-suara di sekitar.

Ternyata kebiasaan tidur orang yang memerlukan suara latar seperti white noise atau suara televisi menyala ini dikaitkan dengan beberapa karakteristik psikologis unik.

Melansir dari Geediting.com Selasa (22/4), orang-orang yang memiliki kebiasaan tidur seperti ini seringkali menunjukkan delapan sifat mengejutkan tanpa mereka sadari sebelumnya. 

1. Tidurnya Ringan dan Memakai Suara sebagai Penyamaran

Satu di antara alasan utama mereka memerlukan suara latar adalah karena sebenarnya mereka termasuk kategori individu dengan tidur yang cukup ringan. Suara yang stabil dan konsisten digunakan sebagai semacam topeng atau filter untuk menutupi atau menyamarkan gangguan suara kecil lainnya.

2. Memiliki Sensitivitas Pemrosesan Sensorik Lebih Tinggi

Mereka cenderung memiliki tingkat kepekaan yang lebih tinggi terhadap berbagai rangsangan sensorik dari lingkungan sekitar mereka. Otak mereka memproses suara, cahaya, atau sentuhan dengan intensitas yang lebih besar dibandingkan orang kebanyakan sehingga mudah terganggu.

3. Pikirannya Berpacu, Suara Latar Mengalihkan Ruminasi

Individu ini seringkali punya pikiran yang terus berputar atau berpacu terutama saat mencoba rileks di malam hari ketika suasana sunyi. Suara latar berfungsi membantu membajak atau mengalihkan loop perenungan yang berlebihan dalam benak mereka sehingga lebih mudah fokus pada relaksasi.

4. Sedikit Lebih Cemas, Suara Menenangkan Sistem Saraf

Ada kecenderungan pada tingkat kecemasan yang sedikit lebih tinggi dimiliki oleh orang yang memerlukan suara latar saat tidur. Kebisingan yang lembut dan ritmis bisa memberikan efek menenangkan pada sistem saraf mereka yang mungkin sedikit lebih aktif dari biasanya.

5. Banyak Memiliki ADHD atau Sifat Kurang Terstimulasi

Beberapa dari mereka yang memerlukan suara latar saat tidur ternyata punya ciri-ciri ADHD atau karakteristik kurang terstimulasi. Otak mereka mungkin mencari tingkat rangsangan eksternal tertentu bahkan saat bersiap tidur untuk mencapai kondisi rileks yang dibutuhkan.

6. Memiliki Gaya Belajar Verbal atau Auditori yang Kuat

Gaya belajar dominan mereka seringkali bersifat verbal atau auditori, artinya mereka memproses informasi paling baik melalui pendengaran. Ketergantungan pada input suara bahkan saat istirahat menunjukkan bagaimana otak mereka terbiasa aktif memproses rangsangan auditori.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore