Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 April 2025 | 21.52 WIB

9 Tanda Seseorang Tidak Jujur Menurut Psikologi, Simak Penjelasan Lengkapnya!

Ilustrasi 9 tanda seseorang tidak jujur menurut psikologi. (Freepik) - Image

Ilustrasi 9 tanda seseorang tidak jujur menurut psikologi. (Freepik)

JawaPos.com - Kejujuran adalah fondasi dari hubungan yang sehat, baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional. Tanpa kejujuran, kepercayaan runtuh, dan ketika kepercayaan hilang, hubungan apa pun menjadi rapuh. Sayangnya, tidak semua orang memiliki nilai kejujuran yang sama.

Beberapa orang mungkin hanya berbohong sesekali untuk menghindari masalah kecil, tetapi ada juga yang menjadikan kebohongan sebagai kebiasaan. Mengenali tanda-tanda ketidakjujuran dapat membantu menghindari kekecewaan dan membangun hubungan yang lebih kuat dengan orang-orang yang benar-benar dapat dipercaya.

Psikologi telah mengidentifikasi beberapa pola perilaku yang sering terlihat pada orang yang tidak jujur. Jika seseorang menunjukkan tanda-tanda ini secara konsisten, ada kemungkinan besar mereka tidak selalu mengatakan yang sebenarnya. Dilansir dari laman smallbiztechnology.com, berikut adalah sembilan tanda yang perlu diperhatikan.

1. Cerita Mereka Selalu Berubah

Ketidakkonsistenan dalam cerita bisa menjadi tanda bahaya. Orang yang jujur biasanya menceritakan suatu kejadian dengan detail yang tetap, meskipun diulang berkali-kali. Namun, orang yang sering berbohong cenderung mengubah cerita mereka seiring waktu karena sulit mengingat kebohongan yang pernah mereka buat.

Psikolog Paul Ekman, yang ahli dalam penelitian tentang kebohongan, menemukan bahwa orang yang sering memanipulasi kebenaran sering kali tidak bisa mempertahankan detail yang sama dalam cerita mereka. Jika seseorang terus-menerus mengubah detail atau memberikan versi berbeda setiap kali berbicara, patut dipertanyakan kejujurannya.

2. Kontak Mata Tidak Wajar

Banyak orang percaya bahwa pembohong menghindari kontak mata, tetapi faktanya, beberapa justru berusaha terlalu keras untuk mempertahankannya. Ada yang mengalihkan pandangan karena merasa bersalah, sementara yang lain menatap terlalu lama untuk terlihat percaya diri.

Orang yang jujur biasanya memiliki pola kontak mata yang alami, tidak berlebihan, tetapi juga tidak menghindar. Jika seseorang menatap tajam secara berlebihan atau justru terus-menerus menghindari tatapan, bisa jadi mereka sedang menyembunyikan sesuatu.

3. Menghindari Detail Spesifik

Orang yang tidak jujur sering kali merasa kesulitan ketika ditanya detail spesifik. Mereka cenderung berbicara secara umum atau menghindari menjawab pertanyaan langsung. Jika seseorang tampak gelisah, ragu-ragu, atau mencoba mengganti topik ketika diminta penjelasan lebih lanjut, kemungkinan besar mereka sedang berusaha menutupi sesuatu.

Orang yang jujur mungkin perlu waktu untuk mengingat informasi, tetapi mereka tidak akan tampak terlalu cemas atau defensif saat menjelaskan sesuatu.

4. Terlalu Defensif

Ketika ditanya sesuatu yang sederhana, seseorang yang jujur akan memberikan jawaban yang masuk akal dan tenang. Sebaliknya, orang yang tidak jujur sering kali merespons dengan defensif—bahkan bisa menjadi marah atau menyerang balik tanpa alasan yang jelas.

Sigmund Freud pernah berkata, “Tidak ada manusia yang bisa menyimpan rahasia. Jika bibirnya diam, ia akan mengoceh dengan ujung jarinya.” Seseorang yang terlalu defensif mungkin sedang berusaha melindungi kebohongan yang mereka buat.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore