
Ilustrasi orang yang tidak nyaman diberi saat pertama bertemu orang lain.(Pexels)
JawaPos.com - Kita hidup di era kebebasan untuk memancing pujian, sehingga itu terkadang menjadi kebutuhan setiap orang. Seperti halnya memamerkan kekayaan, romansa hubungan, atau keluarga harmonis di media sosial.
Pujian memang pada dasarnya penting untuk meningkatkan kepercayaan diri, dan merasa bahwa keunggulan kita diapresiasi orang lain. Tapi jika menggantungkan hidup terhadap pujian orang lain juga bukan hal yang patut dilakukan.
Begitupun ada orang yang justru tidak nyaman saat menerima pujian, dilansir dari laman Small Business Bonfire pada Minggu (20/4) mereka cenderung punya 7 pola keterikatan ini:
1. Takut akan kerentanan
Kamu mungkin telah memerhatikan bagaimana beberapa orang mundur pada tanda pujian sekecil apapun. Ini bukan karena mereka rendah hati, itu terkait dengan ketakutan mereka akan kerentanan.
Kerentanan, dalam konteks ini bukan tentang bahaya fisik. Ini tentang paparan emosional, tapi tentang rasa takut untuk membuka diri dan menunjukkan diri yang sebenarnya.
Orang yang tidak nyaman dengan pujian sering kali memiliki ketakutan yang mendasari menjadi rentan. Mereka takut menerima pujian mungkin mengisyaratkan perlunya validasi, yang mereka anggap sebagai kelemahan.
Ketakutan akan kerentanan ini adalah pola keterikatan umum yang terlihat pada orang-orang yang membelokkan pujian. Seolah-olah mereka memiliki penghalang tak terlihat yang mencegah mereka untuk percaya pada nilai pribadi.
2. Harga diri rendah
Kita semua pernah mengalami saat-saat di mana kita merasa kurang tentang diri sendiri. Tetapi bagi sebagian orang, perasaan ini adalah pendamping yang konstan.
Ini adalah pola keterikatan lain yang umum di antara orang-orang yang tidak nyaman menerima pujian. Harga diri mereka rendah hingga membuatnya mempertanyakan ketulusan pujian dan meragukan nilai sendiri.
3. Gaya keterikatan yang tidak patuh
Psikolog telah mengidentifikasi jenis gaya keterikatan yang dikenal sebagai penghindaran. Orang-orang dengan gaya ini sangat menghargai kemandirian mereka.
Mereka sering melihat hubungan dan kedekatan emosional sebagai sesuatu yang menghambat kebebasan. Menariknya, gaya keterikatan yang meremehkan ini dapat membuat pujian terasa seperti ancaman.
Jadi, ketika mereka meremehkan atau menolak pujian, itu bukan refleksi pada orang yang memberikan pujian. Ini adalah cara naluriah mereka untuk menjaga jarak emosional dan menjaga kemandirian.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
