Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 April 2025 | 00.13 WIB

7 Tanda Seorang Pria Pernah Terluka di Masa Lalu Tetapi Pandai Menyembunyikannya, Menurut Psikologi

Ilustrasi seorang pria yang pernah terluka di masa lalu. (Freepik) - Image

Ilustrasi seorang pria yang pernah terluka di masa lalu. (Freepik)


JawaPos.com - Dalam dunia emosional yang penuh kompleksitas, banyak dari kita yang merasa perlu menjaga luka-luka masa lalu dengan rapat. Terutama bagi pria, ekspektasi sosial sering kali mendorong mereka untuk menutupi rasa sakit dan terus melangkah maju. 
 
Hal ini sangat terlihat ketika seorang pria telah mengalami luka mendalam di masa lalu, tetapi sangat pandai menyembunyikannya. Bagi mereka yang tertarik pada psikologi dan perilaku manusia, ada beberapa tanda yang bisa menunjukkan bahwa rasa sakit tersebut ada meskipun disembunyikan dengan baik. 
 
Tanda-tanda ini bisa membantu kita lebih memahami pria dalam hidup kita. Dilansir dari Hack Spirit pada Kamis (17/4), berikut ini adalah tujuh tanda yang bisa menunjukkan bahwa seorang pria mungkin pernah terluka di masa lalu, tetapi berusaha keras untuk menyembunyikannya.

1. Penarikan Emosional

Setiap orang tentu membutuhkan waktu untuk sendiri, untuk merenung dan mengatur pikiran. Namun, jika ini menjadi pola yang terus menerus, sebaiknya kita lebih memperhatikannya. Seorang pria yang pernah terluka mungkin akan menarik diri secara emosional. 

Ia bisa tampak jauh atau tidak responsif, lebih memilih kesendirian daripada berinteraksi dengan orang lain. Hal ini tidak selalu berarti dia tidak bahagia atau tidak tertarik. Bisa jadi ini adalah cara dia mengelola rasa sakit yang disembunyikannya. Ini adalah mekanisme bertahan hidup, cara untuk melindungi dirinya dari rasa sakit emosional yang lebih dalam. 

Penting untuk diingat, ini bukan tentang hubungan kita dengan dia, tetapi lebih kepada luka masa lalunya dan bagaimana dia menghadapinya. Sabar dan pengertian bisa sangat membantu dia merasa aman dan didukung.

2. Menghindari Pembicaraan dengan Mengalihkan Topik

Sering kali, ketika kita berbicara dengan seseorang yang mengalami luka emosional, mereka akan mengalihkan pembicaraan saat topik mengenai diri mereka atau perasaan pribadi mulai muncul. 

Mereka pandai beralih ke topik lain untuk menghindari percakapan yang bisa membuka kembali rasa sakit mereka. Ini adalah salah satu cara umum yang digunakan orang untuk melindungi diri mereka dari melukai diri lebih dalam.

Menurut psikolog terkenal Sigmund Freud, "Emosi yang tidak diungkapkan tidak akan pernah mati. Mereka terkubur hidup-hidup dan akan muncul kembali dengan cara yang lebih buruk." 

Meskipun pengalihan ini bisa tampak efektif untuk sementara waktu, pada kenyataannya, ini hanya akan menyimpan rasa sakit lebih dalam. Menyadari tanda ini dapat membuat kita lebih memahami dan sabar terhadap orang terdekat yang melakukannya.

3. Takut Menunjukkan Kerentanannya

Pernahkah kamu bertemu dengan seseorang yang seolah memiliki tembok kokoh di sekeliling emosinya? Itu bisa menjadi tanda bahwa pria tersebut mencoba menyembunyikan luka emosional dari masa lalu

Menunjukkan kerentanannya berarti membuka diri terhadap kemungkinan rasa sakit dan penolakan. Bagi seseorang yang pernah terluka, hal ini menjadi sebuah ketakutan yang besar.

Mereka memilih untuk menyembunyikan perasaan di balik citra kekuatan dan kemandirian. Seorang psikolog terkenal, Brené Brown, mengatakan, "Kerentanan bukanlah menang atau kalah; itu adalah keberanian untuk muncul dan terlihat ketika kita tidak memiliki kendali atas hasilnya." 

Namun, bagi pria yang terluka, menunjukkan kerentanannya bisa sangat menakutkan, karena ia khawatir akan merasakan luka yang sama. Mengerti hal ini penting agar kita dapat memberi dukungan dengan sabar dan penuh pengertian.

4. Mengganti Rasa Sakit dengan Humor

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore