Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 April 2025 | 19.03 WIB

Sulit Akur dengan Saudara Kandung? 7 Pengalaman Masa Kecil Ini Sering Kali Jadi Penyebabnya, Cek!

Ilustrasi seseorang yang sulit akur dengan saudara kandungnya. (Freepik). - Image

Ilustrasi seseorang yang sulit akur dengan saudara kandungnya. (Freepik).


JawaPos.com - Membangun hubungan yang baik dan harmonis dengan saudara kandung sering kali menjadi hal yang sulit dilakukan.

Meskipun sudah berusaha, tak jarang hubungan dengan saudara kandung tetap terasa hambar, berjarak, dan tak bisa lagi harmonis. 

Usut punya usut, ternyata masalah ini bisa berakar dari pengalaman masa kecil yang dialami bersama.

Dilansir dari Geediting, telah disebutkan ada tujuh pengalaman masa kecil yang bisa memengaruhi hubungan antara saudara kandung tidak bisa akur.

Penasaran pengalaman masa kecil seperti apakah yang menjadikan hubungan antar saudara kandung tak kunjung membaik? Yuk, simak informasi berikut. 

1. Dinamika Keluarga yang Mempengaruhi Peran

Setiap keluarga memiliki dinamika yang unik. Faktor-faktor seperti sikap orang tua, urutan kelahiran, hingga kepribadian masing-masing anak sangat berperan dalam membentuk hubungan antar saudara.

Ketika kecil, kita seringkali ditempatkan dalam peran tertentu, misalnya sebagai anak sulung yang bertanggung jawab, anak tengah yang cenderung nakal, atau anak bungsu yang dimanja.

Peran-peran ini biasanya terbawa hingga dewasa, dan sering kali memengaruhi cara kita berinteraksi dengan saudara kandung.

Padahal, kita sudah tidak lagi menjadi anak kecil yang terjebak dalam peran tersebut. Dengan memahami hal ini, kita bisa berusaha untuk melihat saudara dengan perspektif yang lebih dewasa dan mengurangi ketegangan yang muncul akibat peran lama.

2. Perasaan Diperlakukan Tidak Adil

Tumbuh di tengah keluarga yang cenderung lebih memfavoritkan salah satu saudara bisa meninggalkan luka yang dalam. Misalnya, ketika saya kecil, saya merasa kakak saya lebih diperhatikan karena prestasinya yang luar biasa. Sementara itu, saya yang lebih pendiam dan cenderung menghabiskan waktu dengan buku merasa terabaikan.

Perasaan ini kemudian menumbuhkan kecemburuan dan ketidakamanan dalam diri saya, yang memengaruhi hubungan dengan kakak saya. Kini, setelah menyadari bahwa itu bukan kesalahannya, saya mulai memahami bahwa favoritisme dalam keluarga tidak serta merta mencerminkan ketidakadilan. Namun, perasaan ini tetap meninggalkan bekas yang memengaruhi hubungan kami. Memahami hal ini menjadi langkah penting dalam memperbaiki hubungan kami.

3. Trauma Bersama yang Membentuk Dinamika

Masa kecil tidak selalu indah. Banyak dari kita yang menghadapi berbagai trauma, baik besar maupun kecil, yang dapat memengaruhi hubungan dengan saudara. Misalnya, kehilangan orang tua, sakit parah dalam keluarga, atau sering pindah rumah karena pekerjaan orang tua. Trauma bersama ini bisa mempererat atau malah menjauhkan hubungan saudara.

Cara setiap saudara mengatasi trauma bisa sangat berbeda. Ada yang menjadi lebih tertutup, ada pula yang justru lebih protektif. Perbedaan cara menghadapi trauma ini sering kali menciptakan ketegangan dalam hubungan yang berlanjut hingga dewasa. Dengan memahami hal ini, kita bisa lebih empati dan mencari jalan untuk membuka percakapan mengenai pengalaman masa kecil yang memengaruhi hubungan kita.

4. Gaya Komunikasi yang Terbentuk Sejak Dini

Cara kita berkomunikasi banyak dipengaruhi oleh kebiasaan yang terbentuk sejak kecil. Jika keluarga kita tidak terbiasa dengan komunikasi terbuka, hal ini bisa mempengaruhi hubungan kita dengan saudara hingga saat ini. Misalnya, jika orang tua kita menghindari konflik, kita mungkin merasa kesulitan untuk membicarakan masalah secara langsung dengan saudara.

Sebaliknya, jika keluarga kita terlalu sering terlibat dalam konflik, kita mungkin lebih sering terlibat dalam perdebatan yang tidak perlu. Mengenali gaya komunikasi yang terbentuk sejak kecil bisa membantu kita memahami mengapa kita sering bertengkar atau merasa sulit berhubungan dengan saudara kandung. Dengan pemahaman ini, kita bisa mulai memperbaiki cara berkomunikasi agar lebih sehat.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore