
Ternyata Ini Penyebab Seseorang Bisa Melakukan Manipulasi Terhadap Pasangan atau Orang Lain Menurut Psikologi (yanalya/Freepik)
JawaPos.com - Sering kali kita berfikir, mengapa seseorang dengan mudah memanipulasi dan mengontrol pasangan atau orang lain.
Akan tetapi, perilaku manipulatif ternyata tidak selalu muncul karena seseorang itu memiliki niat yang jahat, lho!
Menurut psikologi, ada banyak alasan kenapa seseorang bisa jadi manipulatif, dan sebagian besar berakar dari masalah yang lebih dalam.
Penasaran seperti apa? Yuk, kita bahas penyebabnya, supaya kita bisa lebih paham.
Dilansir dari Psych Central, masa kecil yang penuh kontrol atau trauma bisa jadi pemicu utama.
Orang yang tumbuh di lingkungan di mana mereka harus selalu "menyesuaikan diri" demi bertahan hidup, bisa jadi belajar menggunakan manipulasi sebagai alat perlindungan. Mereka belajar bahwa mengendalikan orang lain adalah satu-satunya cara agar mereka merasa aman.
Kemudian, rasa takut ditolak atau ditinggalkan. Banyak pelaku manipulasi yang punya rasa tidak aman yang besar.
Mereka takut ditinggalkan atau kehilangan kontrol, jadi mereka pakai cara manipulatif untuk “mengikat” orang lain, biar nggak pergi. Ini biasanya muncul dalam bentuk guilt-tripping, overprotective, atau posesif.
Ketiga, menurut Verywell Health narsistik atau kecenderungan gangguan kepribadian. Beberapa orang manipulatif punya sifat yang lebih dalam, misalnya kepribadian narsistik atau borderline.
Mereka seringkali tidak bisa melihat batasan sehat dalam hubungan, dan lebih fokus pada kebutuhan sendiri dibanding menghargai perasaan orang lain.
Selain itu, ada juga yang memanipulasi karena terbiasa dan berhasil. Iya, sesimpel itu. Kalau selama ini mereka bisa dapetin apa yang mereka mau dengan cara manipulatif, ya mereka akan terus melakukannya. Ini jadi semacam kebiasaan yang sulit diputus kalau nggak ada yang menyadarkannya.
Tapi ingat, walaupun kita bisa paham penyebabnya, itu tidak berarti kita harus mentoleransi perilakunya. Kita tetap berhak untuk bilang “stop” dan menjaga batasan diri. Kita bisa berempati, tapi tetap harus melindungi diri sendiri.
Jadi, kalau kamu merasa ada seseorang yang sering memainkan perasaanmu, bikin kamu bingung, atau merasa bersalah tanpa sebab jelas, berhati-hatilah. Belajarlah mengenali tanda-tandanya, dan jangan ragu untuk menjaga jarak kalau perlu. Kamu berhak berada di lingkungan yang sehat, saling menghargai, dan mendukung mental kamu untuk tumbuh lebih baik.
***

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
