Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 April 2025 | 04.10 WIB

7 Ciri Psikologis Orang yang Kesulitan Membuang Barang, Apakah Anda Salah Satunya?

Ilustrasi orang yang sering kesulitan membuang barang. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang yang sering kesulitan membuang barang. (Freepik)

JawaPos.com - Apakah Anda pernah menatap rak penuh kabel bekas, kardus-kardus lama, atau peralatan rusak sambil berkata, “Siapa tahu nanti butuh”? Jika ya, Anda tidak sendiri.

Banyak dari kita menyimpan barang-barang tertentu dengan alasan “jaga-jaga”, padahal barang-barang tersebut sudah bertahun-tahun tidak digunakan. Entah itu tumpukan pakaian yang sudah kekecilan, charger ponsel lama, atau bahkan manual penggunaan peralatan elektronik yang sudah lama rusak — semuanya tetap ada di sudut rumah.

Namun ternyata, kebiasaan ini bukan hanya soal kurangnya waktu untuk merapikan rumah. Menurut psikologi, kecenderungan sulit membuang barang—terutama yang disimpan “untuk berjaga-jaga”—sering kali berkaitan dengan pola pikir dan ciri kepribadian tertentu.

Lalu, apa saja ciri psikologis yang umum ditemukan pada orang yang sulit membuang barang?

Dilansir JawaPos.com dari laman Geediting.com pada Rabu, 9 April 2025. Berikut adalah 7 ciri utama menurut ilmu psikologi. Jika Anda menemukan diri Anda dalam salah satunya, bukan berarti ada yang salah dengan Anda — justru bisa jadi Anda lebih peka dan adaptif daripada yang Anda kira.

1. Sentimental: Menyimpan Kenangan dalam Bentuk Benda

Apakah Anda merasa berat membuang kartu ucapan ulang tahun dari 10 tahun lalu? Atau boneka masa kecil yang warnanya sudah memudar?

Orang-orang yang sulit membuang barang biasanya memiliki ikatan emosional yang dalam terhadap benda-benda tertentu. Mereka tidak melihat barang hanya sebagai objek mati, tetapi sebagai wadah kenangan. Setiap barang memiliki cerita — tentang seseorang, tentang momen, atau tentang masa yang telah berlalu.

Menurut psikologi, ini dikenal sebagai sentimentalisme objek — di mana individu menilai suatu benda berdasarkan makna emosional, bukan fungsinya.

“Barang ini memang sudah rusak, tapi ini hadiah dari almarhum kakek saya.”

“Ini baju pertama anak saya saat dia pulang dari rumah sakit.”

Kalimat-kalimat seperti itu adalah manifestasi dari ikatan batin yang dalam terhadap masa lalu. Dan itu bukanlah kelemahan — itu menunjukkan kapasitas emosional dan empati yang tinggi.

2. Melihat Potensi dalam Segala Hal

Salah satu alasan klasik orang sulit membuang barang adalah karena mereka selalu melihat “potensi” di dalamnya.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore