Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 9 April 2025 | 22.21 WIB

Punya Banyak Uang Tapi Kurang Berkarakter: Inilah 8 Tanda Pria Sukses yang Sebenarnya Berkualitas Rendah Menurut Psikologi

Ilustrasi pria yang sukses. (Freepik) - Image

Ilustrasi pria yang sukses. (Freepik)

JawaPos.Com - Kesuksesan dalam hidup memang sering diukur dari seberapa besar saldo di rekening, seberapa mewah mobil yang dikendarai, atau seberapa sering ia bepergian ke tempat-tempat eksklusif yang hanya segelintir orang bisa kunjungi. 

Tidak jarang, kita terpukau oleh pria-pria yang tampaknya telah meraih semua yang diinginkan banyak orang seperti kekayaan melimpah, jabatan bergengsi, dan gaya hidup yang tampak sempurna di permukaan. 

Namun, di balik gemerlap dunia mereka yang serba wah, ada sisi yang sering luput dari perhatian yaitu sisi karakter.

Seperti diketahui karakter merupakan salah satu hal yang tak bisa dibeli dengan uang sebanyak apa pun. 

Mungkin kamu pernah bertemu atau mengenal pria seperti in, sukses di mata dunia, tetapi terasa ada kekosongan dalam caranya bersikap, berhubungan, bahkan memandang hidup. 

Mereka yang tampak gagah secara materi, namun rapuh secara batin. Inilah sisi yang perlu kita bahas lebih dalam. 

Dengan memahami tanda-tanda ini, kita bisa belajar untuk tidak mudah terpesona oleh tampilan luar, dan lebih menghargai nilai-nilai yang benar-benar membuat seseorang berkualitas.

Dilansir dari Geediting, inilah delapan tanda pria sukses yang sebenarnya berkualitas rendah menurut pandangan psikologi.

1. Tidak Punya Empati pada Orang Lain

Empati adalah kemampuan untuk merasakan apa yang dirasakan orang lain, dan ini adalah fondasi dari hubungan yang sehat dan harmonis. 

Pria yang benar-benar berkualitas tahu kapan harus mendengarkan, tahu bagaimana merespons kesedihan orang lain, dan tidak segan membantu saat dibutuhkan. 

Sebaliknya, pria yang terlalu sibuk mengejar kesuksesan material cenderung melihat dunia hanya dari sudut pandang dirinya sendiri. 

Mereka mengabaikan perasaan orang lain karena merasa hal itu hanya membuang waktu. 

Ketika teman sedang terpuruk atau keluarga sedang butuh dukungan, mereka lebih memilih diam, menghindar, atau bahkan bersikap acuh, seolah-olah empati adalah kelemahan, bukan kekuatan.

2. Terlalu Mengejar Kekayaan dan Barang Mewah

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore