Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 4 April 2025 | 21.04 WIB

Menurut Psikologi: Inilah 7 Bahasa Tubuh yang Bisa Diamati Saat Terjebak dalam Hubungan yang Salah dan Toxic

Kebiasaan sepele seperti sibuk dengan ponsel hingga pasif-agresif bisa menjadi racun yang merusak hubungan. (Freepik) - Image

Kebiasaan sepele seperti sibuk dengan ponsel hingga pasif-agresif bisa menjadi racun yang merusak hubungan. (Freepik)

 
JawaPos.Com - Berada dalam hubungan tidak sehat atau toxic bisa sangat menguras emosi, mental, bahkan fisik. 
 
Namun, seseorang sering kali tidak langsung menyadari bahwa dirinya sedang berada dalam situasi hubungan tidak sehat dan toxic.
 
Menurut psikologi, salah satu cara mengenali hubungan tidak sehat atau toxic adalah dengan memperhatikan bahasa tubuh, sinyal non-verbal yang muncul secara spontan dan sering kali tidak disadari.

Bahasa tubuh mencerminkan perasaan terdalam seseorang, terutama saat kata-kata tak lagi mampu mengungkapkan keresahan yang dirasakan. 

Dalam hubungan yang toxic, tubuh bisa menunjukkan tanda-tanda stres kronis, ketidaknyamanan, bahkan rasa takut atau tertekan. 

Misalnya, perubahan sikap fisik saat berinteraksi dengan pasangan, ekspresi wajah yang tak lagi alami, hingga kebiasaan menunduk atau menjauh saat konflik muncul.

Psikolog meyakini bahwa membaca bahasa tubuh bisa menjadi alat bantu untuk mengenali apakah seseorang sedang terjebak dalam pola hubungan yang tak sehat. 
 
Dilansir dari geediting, inilah 7 bentuk bahasa tubuh yang umum terlihat pada mereka yang tengah terjebak dalam hubungan toxic
 
Simak selengkapnya agar bisa lebih peka terhadap tanda-tandanya, baik pada diri sendiri maupun orang terdekat Anda. 
 

1. Mudah Gelisah dan Emosi Tidak Stabil

Salah satu tanda pertama bahwa Anda berada dalam hubungan yang tidak sehat adalah perasaan gelisah yang terus-menerus. 

Anda mungkin merasa sering cemas tanpa alasan yang jelas, mudah marah, atau bahkan merasa sedih tanpa sebab yang pasti.

Ketika seseorang berada dalam hubungan yang toxic, tubuhnya merespons dengan meningkatkan kadar hormon stres seperti kortisol. 

Ini bisa membuat Anda lebih sensitif terhadap kritik, sulit menikmati momen bahagia, dan bahkan merasa takut untuk berbicara secara jujur kepada pasangan. 

Jika Anda mendapati diri Anda merasa tidak tenang setiap kali berada di dekat pasangan atau saat berinteraksi dengannya, ini bisa menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang salah dalam hubungan tersebut.

2. Sering Merasa Tidak Nyaman Secara Fisik Tanpa Alasan yang Jelas

Pernahkah Anda merasa sakit kepala, nyeri otot, atau perut terasa tidak nyaman, tetapi hasil pemeriksaan medis menunjukkan tidak ada masalah kesehatan? 

Bisa jadi ini adalah respons tubuh terhadap stres emosional yang berkepanjangan.

Ketika Anda berada dalam hubungan yang penuh tekanan, tubuh Anda cenderung mengalami ketegangan yang berlebihan. 

Ini bisa menyebabkan nyeri pada leher, bahu, atau bahkan gangguan pencernaan seperti maag dan sindrom iritasi usus besar. 

Tubuh Anda berbicara kepada Anda dengan cara yang sering kali tidak Anda sadari, dan jika gejala-gejala ini terus berulang tanpa penyebab medis yang jelas, mungkin sudah waktunya untuk mengevaluasi hubungan yang sedang Anda jalani.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore