Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 April 2025 | 15.30 WIB

Tanda Orang yang Sering Oversharing dalam Percakapan: 8 Sifat yang Mereka Miliki

Tanda Orang yang Sering Oversharing dalam Percakapan: 8 Sifat yang Mereka Miliki - Image

Tanda Orang yang Sering Oversharing dalam Percakapan: 8 Sifat yang Mereka Miliki

JawaPos.com - Pernah ketemu seseorang yang dalam beberapa menit pertama ngobrol sudah cerita soal masalah pribadinya? Atau mungkin mereka dengan santainya mengungkapkan hal-hal yang menurut anda terlalu pribadi untuk dibicarakan dalam percakapan pertama? Nah, bisa jadi mereka adalah orang yang sering oversharing.

Fenomena ini cukup umum terjadi dalam interaksi sosial, terutama di era media sosial di mana orang-orang lebih terbuka dalam berbagi cerita. Sayangnya, tidak semua orang nyaman dengan kebiasaan ini. Bagi sebagian orang, oversharing bisa terasa terlalu berlebihan, bahkan canggung.

Jadi, seperti apa sebenarnya sifat dari orang yang sering oversharing? Dilansir dari Geediting pada Rabu (2/4) berikut adalah delapan ciri utama yang bisa anda kenali!

1. Mereka Mendambakan Validasi

Banyak dari orang yang sering oversharing sebenarnya mencari lebih dari sekadar telinga yang mau mendengar. Mereka ingin validasi—anggukan setuju, kata-kata empati, atau reaksi yang membuat mereka merasa dimengerti dan diterima.

Berbagi secara berlebihan bukan sekadar ingin curhat atau membagikan kisah seru dari masa lalu. Biasanya, ada kebutuhan lebih dalam untuk mendapatkan pengakuan atas perasaan mereka. Tanpa sadar, mereka berharap setiap percakapan bisa memberi mereka kepastian bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi masalah atau pengalaman hidupnya.

2. Mereka Menunjukkan Isi Hati Secara Terbuka

Jika anda pernah berbincang dengan seseorang yang begitu terbuka hingga tanpa ragu membagikan hal-hal paling pribadinya, ini adalah salah satu sifat utama mereka. Mereka cenderung mengekspresikan segala sesuatu secara terbuka—tanpa filter.

Hal ini bukan berarti mereka tidak sadar akan batasan. Bagi mereka, bersikap autentik dan jujur dalam interaksi sosial lebih penting daripada menyembunyikan sesuatu. Mereka percaya bahwa dengan menunjukkan sisi rentan mereka, mereka bisa menjalin hubungan yang lebih dalam dengan orang lain.

Namun, sering kali transparansi ini justru membuat mereka berbagi lebih banyak dari yang seharusnya, bahkan dalam situasi yang kurang tepat.

3. Mereka Memiliki Kebutuhan untuk Merasa Terhubung

Naluri manusia memang didesain untuk berhubungan dengan sesama. Namun, bagi mereka yang punya kebiasaan oversharing, dorongan ini terasa lebih kuat dibanding orang pada umumnya.

Mereka menggunakan cerita pribadi sebagai cara untuk menjembatani kesenjangan dalam interaksi sosial. Dengan berbagi pengalaman, mereka merasa bisa menciptakan hubungan yang lebih erat.

Saat mereka berbicara, seolah mereka berkata, “Ini aku, tanpa sensor. Ayo kita terhubung.” Namun, tidak semua orang nyaman dengan cara ini. Beberapa orang mungkin merasa canggung atau bahkan kewalahan dengan banyaknya informasi yang diberikan dalam sebuah percakapan.

4. Mereka Kesulitan Menetapkan Batasan

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore