Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 April 2025 | 23.54 WIB

Orang-Orang yang Terlalu Dimanja saat Masih Anak-Anak Seringkali Mengembangkan 8 Perilaku Aneh soal Kemandirian dan Harga Diri Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang terlalu dimanja saat anak-anak. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang terlalu dimanja saat anak-anak. (Freepik)

JawaPos.com - Ketika seorang anak tumbuh dalam lingkungan di mana segala kebutuhannya selalu dipenuhi tanpa usaha, tanpa konsekuensi, dan tanpa kesempatan untuk belajar dari kegagalan, mereka cenderung mengalami kesulitan dalam membangun kemandirian dan harga diri yang sehat di kemudian hari.

Anak-anak yang dimanja secara berlebihan sering kali menghadapi tantangan unik ketika harus menavigasi dunia nyata, terutama dalam hal tanggung jawab, ketahanan emosional, dan hubungan sosial.

Dilansir dari Geediting pada Selasa (1/4), terdapat menurut psikologi, individu yang terlalu dimanja saat kecil sering kali mengembangkan beberapa perilaku aneh terkait kemandirian dan harga diri. Berikut adalah delapan di antaranya:

1. Ketergantungan Berlebihan pada Orang Lain

Alih-alih mengambil keputusan sendiri, mereka cenderung mencari validasi dari orang lain.

Hal ini disebabkan karena mereka terbiasa dengan figur otoritas (seperti orang tua) yang selalu memutuskan segala sesuatu untuk mereka.

Akibatnya, mereka sering merasa tidak mampu mengandalkan diri sendiri dan takut menghadapi tantangan tanpa bimbingan orang lain.

2. Sulit Menghadapi Kritik atau Penolakan

Mereka tumbuh dalam lingkungan yang selalu memberi pujian berlebihan dan perlindungan dari kekecewaan.

Saat mereka memasuki dunia nyata, kritik dan penolakan terasa jauh lebih menyakitkan karena mereka tidak terbiasa menghadapinya.

Ini bisa membuat mereka menjadi defensif, mudah tersinggung, atau bahkan menghindari situasi di mana mereka bisa dikritik.

3. Cenderung Menyalahkan Orang Lain atas Kesalahan Mereka

Karena terbiasa mendapatkan perlakuan istimewa, mereka sering kali kesulitan menerima tanggung jawab atas tindakan mereka sendiri.

Sebagai mekanisme pertahanan, mereka lebih suka menyalahkan orang lain atau situasi daripada mengakui kesalahan dan belajar darinya.

4. Takut Mengambil Risiko dan Menghadapi Tantangan Baru

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore