Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 31 Maret 2025 | 17.48 WIB

Mengapa Gen Z Sering Merasa Tidak Nyaman saat Ada Panggilan Telepon? 7 Sifat Psikologis Ini Mungkin Adalah Jawabannya

Ilustrasi Gen Z cemas saat telepon berdering (freepik/pvproductions) - Image

Ilustrasi Gen Z cemas saat telepon berdering (freepik/pvproductions)

JawaPos.com - Siapa yang tidak pernah merasakan kecemasan saat telepon berdering? Sensasi ini khususnya dapat dirasakan oleh Gen Z. Kini, Anda mungkin berpikir ketidaknyamanan dengan panggilan telepon ini hanyalah keanehan generasi tertentu.

Tapi, bagaimana jika ternyata ini bukan sekadar tentang menghindari obrolan ringan yang canggung atau menghindari konfrontasi? Ada banyak hal yang terjadi di bawah permukaan di sini.

Faktanya, preferensi yang tampaknya sederhana ini sebenarnya mengungkap beberapa sifat psikologis mendalam yang unik pada Generasi Z.

Apakah Anda penasaran? JawaPos.com telah melansir dari laman Hack Spirit, Senin (31/3), tujuh ciri menarik yang membentuk hubungan Gen Z dengan panggilan telepon. Ini akan menjadi perjalanan yang menarik untuk menyelami jiwa kolektif mereka.

1. Preferensi untuk komunikasi berbasis teks

Gen Z dikenal sebagai generasi asli digital, tumbuh dengan telepon pintar dan media sosial di ujung jari mereka. Hal ini telah membentuk mereka menjadi generasi yang lebih nyaman mengekspresikan diri melalui teks daripada panggilan suara.

Tapi mengapa demikian? Ini bukan hanya tentang kenyamanan. Berkirim pesan teks memungkinkan kontrol lebih besar atas komunikasi. Anda dapat meluangkan waktu untuk menuliskan tanggapan, memilih emoji yang tepat untuk menyampaikan nada bicara Anda, atau bahkan menghindari percakapan sepenuhnya jika Anda sedang tidak berminat.

Di sisi lain, panggilan telepon bersifat spontan dan tidak terduga. Panggilan telepon menuntut respons segera, yang dapat menjadi hal yang menakutkan bagi sebagian orang. Kecenderungan mereka untuk berkirim pesan teks ketimbang menelepon bukan hanya sekadar bukti kepiawaian mereka dalam bidang teknologi.

Hal ini mencerminkan kebutuhan Gen Z akan kontrol dan prediktabilitas dalam interaksi mereka, yang berakar kuat dalam psikologi mereka.

2. Takut salah komunikasi

Selama panggilan telepon, tidak ada kesempatan untuk mengedit kata-kata Anda atau memperjelas nada bicara Anda dengan emoji yang ditempatkan dengan tepat. Hal ini dapat membuat percakapan telepon terasa seperti berjalan di atas kulit telur bagi individu Gen Z yang terbiasa dengan kemewahan komunikasi teks yang jelas dan telah diedit.

Ketakutan akan miskomunikasi ini bukan sekadar ketakutan acak, ini adalah sifat psikologis yang dimiliki banyak generasi Z. Hal ini menyingkapkan kebutuhan mendasar akan ketepatan dalam komunikasi, dan keinginan untuk dipahami sepenuhnya tanpa ruang untuk salah tafsir.

3. Keinginan untuk memiliki ruang pribadi

Generasi Z, khususnya, sangat menghargai ruang pribadi mereka. Mereka menghargai waktu sendiri dan menikmati kebebasan untuk terlibat dengan dunia sesuai keinginan mereka. Di sinilah panggilan telepon bisa terasa seperti invasi.

Pesan teks atau email dapat dialamatkan pada waktu senggang. Namun, panggilan telepon, sekarang atau tidak sama sekali. Saat Anda melihat generasi Z ragu-ragu mengangkat panggilan, pahamilah bahwa yang penting bukan panggilan itu sendiri.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore