
Pengalaman Masa Kecil yang Membentuk Anda Menjadi Orang Dewasa yang Mudah Overthinking
JawaPos.com - Pernah merasa kepala anda dipenuhi oleh pikiran yang tak ada habisnya? Menganalisis setiap keputusan, khawatir dengan apa yang orang lain pikirkan, atau takut melakukan kesalahan kecil?
Bisa jadi, ini bukan sekadar kebiasaan. Juga barangkali ini adalah hasil dari pengalaman masa kecil yang membentuk cara anda berpikir dan bereaksi terhadap dunia.
Setiap orang tumbuh dengan latar belakang yang berbeda, dan tidak semua orang menyadari bagaimana pola asuh orang tua serta lingkungan masa kecilnya bisa berdampak besar saat dewasa.
Dalam dunia psikologi parenting, banyak yang percaya bahwa cara seseorang dibesarkan bisa berpengaruh terhadap bagaimana ia menghadapi stres, mengambil keputusan, dan mengelola emosi.
Dilansir dari Small Biz Technology pada Rabu (26/3) berikut ini adalah beberapa pengalaman yang mungkin tanpa sadar membuat anda menjadi orang dewasa yang overthinking.
1. Hidup di Rumah Tangga yang Seperti Roller Coaster
Beberapa rumah terasa seperti roller coaster dari hari ke hari. Kadang semuanya baik-baik saja, lalu tiba-tiba suasana berubah penuh ketegangan. Bisa jadi karena mood orang tua yang tak menentu, masalah keuangan, atau konflik yang sering terjadi.
Saat masih kecil, anda mungkin belajar untuk selalu waspada terhadap perubahan situasi. Anda jadi terbiasa membaca tanda-tanda sebelum sesuatu yang buruk terjadi. Kebiasaan ini terbawa hingga dewasa, membuat anda cenderung overthinking setiap situasi.
2. Orang Tua yang Terlalu Kritis dan Suka Mengatur
Pola asuh orang tua yang terlalu banyak mengkritik bisa membentuk seseorang menjadi terlalu perfeksionis dan takut gagal. Jika sejak kecil anda sering dikoreksi dalam segala hal—mulai dari cara berbicara, berpakaian, hingga prestasi akademik—anda mungkin tumbuh dengan perasaan bahwa tidak pernah cukup baik.
Seiring berjalannya waktu, kritik yang terus-menerus bisa berubah menjadi suara hati yang selalu kasar. Setiap kesalahan kecil terasa seperti kegagalan besar. Akhirnya, anda pun menjadi orang dewasa yang overthinking, selalu memikirkan kembali keputusan dan takut tidak memenuhi ekspektasi orang lain.
3. Perasaan atau Emosi yang Kurang Mendapat Validasi
Dalam dunia psikologi parenting, anak yang sering dianggap "terlalu sensitif" atau diminta "berhenti lebay" saat mengungkapkan emosi, bisa tumbuh dengan perasaan bahwa emosinya tidak penting.
Akibatnya, saat dewasa, seseorang bisa kesulitan mengenali dan mengekspresikan perasaannya sendiri. Bukan tidak mungkin, ini bisa membuatnya menjadi orang dewasa yang overthinking, karena terbiasa menekan emosi dan terus-menerus menganalisis apakah reaksinya berlebihan atau tidak.
4. Tumbuh dengan Rasa Takut Gagal

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
