Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 Maret 2025 | 19.19 WIB

Jika Ingin Bangun dengan Perasaan Segar Bugar, Segera Tinggalkan Kebiasaan Tidur Ini Menurut Psikologi

Kebiasaan tidur yang dapat membuat bangun dengan perasaan segar bugar menurut psikologi. (Freepik/ freepik) - Image

Kebiasaan tidur yang dapat membuat bangun dengan perasaan segar bugar menurut psikologi. (Freepik/ freepik)

JawaPos.com – Menurut psikologi, kualitas tidur sangat berpengaruh besar terhadap kondisi fisik dan mental seseorang saat bangun di pagi hari.

Sayangnya, masih banyak orang yang tanpa sadar menjalani kebiasaan tidur buruk yang justru membuat tubuh terasa lemas, pikiran kacau, dan energi terkuras sejak membuka mata.

Jika ingin bangun dengan perasaan segar, bugar, dan penuh semangat, penting untuk segera meninggalkan berbagai kebiasaan tidur yang merusak kualitas istirahat.

Psikologi menegaskan bahwa pola tidur yang salah tak hanya mengganggu kesehatan, tetapi juga berdampak pada produktivitas, suasana hati, hingga keberhasilan dalam menjalani aktivitas harian.

Dilansir dari Hack Spirit pada Rabu (26/3), diterangkan bahwa ada delapan kebiasaan tidur yang dapat membuat bangun dengan perasaan segar bugar menurut psikologi.

  1. Elektronika jelang malam hari

Paparan cahaya biru dari perangkat elektronik memiliki dampak signifikan terhadap sistem biologis manusia.

Gelombang cahaya ini secara khusus mengganggu ritme internal tubuh yang mengatur siklus tidur.

Sistem saraf manusia dapat terpicu aktif ketika terpapar cahaya layar pada waktu malam. Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa aktivitas gadget sebelum tidur dapat menghambat produksi hormon melatonin.

Mekanisme gangguan ini terjadi melalui sinyal yang dikirim ke otak untuk tetap dalam kondisi terjaga.

Sistem sirkadia manusia sangat peka terhadap rangsangan cahaya eksternal. Melepaskan perangkat elektronik minimal satu jam sebelum tidur memberikan kesempatan pada tubuh untuk mempersiapkan fase istirahat.

Mengalihkan perhatian pada aktivitas tenang seperti membaca buku atau mendengarkan musik dapat membantu proses penurunan aktivitas saraf.

  1. Konsumsi makanan malam hari

Mengonsumsi hidangan berat atau pedas menjelang waktu tidur dapat menimbulkan gangguan pencernaan.

Sistem metabolisme tubuh membutuhkan waktu untuk mencerna makanan, sehingga aktivitas pencernaan yang tinggi dapat mengganggu kualitas istirahat.

Proses metabolisme yang aktif akan meningkatkan suhu tubuh dan menghambat produksi hormon tidur.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore