Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 23 Maret 2025 | 23.01 WIB

3 Cara Mulai Memprioritaskan Diri Sendiri Tanpa Merasa Bersalah untuk INFJ

 
 

Ilustrasi orang yang memprioritaskan diri sendiri, self love dan sedang menikmati pemandangan.(Pexels/Andre Furtado)

 
JawaPos.com - Sebagai seorang INFJ, Anda mungkin terbiasa mengutamakan kebutuhan orang lain sebelum diri sendiri. Itu bukan hal buruk—kepedulian dan empati adalah bagian dari kepribadian Anda. 
 
Tapi, jika terus-menerus mengabaikan kebutuhan sendiri, lama-kelamaan Anda bisa merasa lelah, kewalahan, bahkan kehilangan jati diri.
 
Jadi, bagaimana cara tetap peduli tanpa mengorbankan diri sendiri sebagai INFJ? Berikut tiga strategi yang bisa Anda coba, dikutip dari 16Personalities, Minggu (23/3).
 
1. Beri Ruang untuk Diri Sendiri
 
Sering kali, INFJ secara otomatis mempertimbangkan perasaan orang lain sebelum memikirkan diri sendiri. Sekarang, coba ubah kebiasaan itu.
 
Saat seseorang meminta bantuan atau mengajak Anda melakukan sesuatu, jangan langsung berpikir tentang bagaimana reaksi mereka jika Anda menolak. Sebaliknya, tanyakan pada diri sendiri:
 
Bagaimana perasaan saya terhadap permintaan ini?
 
Apakah saya punya energi untuk melakukannya?
 
Apa konsekuensinya jika saya mengatakan ya?
 
Beri perhatian pada kebutuhan sendiri seperti Anda peduli pada orang lain. Jika Anda butuh waktu untuk berpikir sebelum menjawab, tidak apa-apa! Anda bisa mengatakan, "Aku senang kamu menghubungi aku! Aku perlu mengecek beberapa hal dulu, nanti aku kabari lagi, ya."
 
Dengan cara ini, Anda tidak langsung terjebak dalam kebiasaan menyenangkan orang lain tanpa mempertimbangkan perasaan sendiri.
 
2. Stop, Tarik Napas, dan Atur Ulang Pola Pikir
 
INFJ sering kali terlalu banyak berpikir saat menghadapi permintaan yang sulit ditolak. Jika Anda merasa terbebani, coba latihan sederhana ini:
 
- Berhenti sejenak. Pejamkan mata dan tarik napas dalam beberapa kali. Perhatikan bagian tubuh mana yang terasa tegang—mungkin bahu, rahang, atau tangan. Saat mengembuskan napas, lepaskan ketegangan itu perlahan.
 
- Tanyakan pada diri sendiri: Apakah saya membuat asumsi yang belum tentu benar? Apakah saya bertanggung jawab atas perasaan orang lain, padahal itu bukan tanggung jawab saya?
 
Jika jawaban Anda "ya," coba ubah pola pikir Anda. Ingat, Anda tidak bisa selalu memenuhi harapan semua orang, dan itu tidak masalah. Kekecewaan adalah bagian alami dari hubungan, dan Anda tidak harus selalu menghindarinya.
 
3. Percayai Intuisi Anda
 
Sebagai INFJ, intuisi adalah kekuatan terbesar Anda. Tapi, terkadang Anda malah mengabaikannya demi menyenangkan orang lain.
 
Lain kali seseorang meminta sesuatu dari Anda, perhatikan reaksi awal Anda. Apa firasat pertama yang muncul sebelum pikiran Anda mulai mencari alasan atau merasa bersalah?
 
Jika insting Anda mengatakan "tidak," coba hormati perasaan itu. Menghormati intuisi bukanlah keegoisan—justru itu cara Anda merawat diri sendiri agar tetap bisa hadir sepenuh hati untuk orang lain.
 
 
Kesimpulan
 
Lain kali ketika ponsel bergetar dan ada permintaan masuk, jangan buru-buru bilang "ya." Ambil napas, ingatkan diri sendiri bahwa kebutuhan Anda juga penting. 
 
Belajar memprioritaskan diri sendiri bukan berarti berhenti peduli pada orang lain—ini berarti Anda menjaga keseimbangan agar bisa terus memberi dengan tulus, tanpa merasa terkuras.
 

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore