Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 22 Maret 2025 | 16.16 WIB

Berhenti Menyalahkan Diri: 7 Cara Psikologis untuk Lebih Berbelas Kasih pada Diri Sendiri

Ilustrasi berbelas kasih pada diri sendiri. (Freepik) - Image

Ilustrasi berbelas kasih pada diri sendiri. (Freepik)

JawaPos.com - Pernahkah kamu merasa sangat keras pada diri sendiri ketika melakukan kesalahan? Mungkin kamu sering kali menjadi kritikus terburuk bagi dirimu sendiri. Kabar baiknya, ada cara yang lebih sehat untuk menghadapi diri sendiri, yaitu dengan berbelas kasih.

Belas kasih pada diri sendiri bukan berarti memanjakan diri secara berlebihan atau menghindari tanggung jawab. Justru, ini adalah tentang memperlakukan diri sendiri dengan kebaikan dan pengertian. Dikutip dari geediting.com pada Sabtu (22/3), para psikolog telah mengidentifikasi beberapa perilaku yang membedakan orang yang benar-benar berbelas kasih pada diri sendiri.

1. Bersikap Baik pada Diri Sendiri, Bukan Menghakimi

Satu di antara hal yang dilakukan orang yang berbelas kasih adalah bersikap lembut pada diri sendiri. Mereka memilih untuk merespons kegagalan dan kekurangan dengan kebaikan. Alih-alih mengkritik diri sendiri dengan keras, mereka menawarkan kata-kata dukungan dan pengertian.

Mereka memahami bahwa setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan. Mereka menerima diri mereka apa adanya, termasuk segala kekurangan dan ketidaksempurnaan. Sikap ini membantu mereka untuk bangkit kembali dari keterpurukan dengan lebih mudah.

2. Memahami Kemanusiaan yang Sama, Bukan Isolasi

Orang yang berbelas kasih pada diri sendiri menyadari bahwa penderitaan adalah bagian dari pengalaman manusia. Mereka tahu bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi kesulitan. Ketika mereka merasa sakit atau gagal, mereka tidak merasa terisolasi.

Mereka memahami bahwa semua orang di dunia ini pernah merasakan hal yang sama. Kesadaran ini membantu mereka untuk merasa lebih terhubung dengan orang lain. Mereka tidak melihat diri mereka sebagai satu-satunya orang yang memiliki masalah.

3. Melatih Kesadaran Penuh (Mindfulness), Bukan Terlarut dalam Emosi

Mindfulness adalah praktik menyadari dan menerima momen saat ini tanpa menghakimi. Orang yang berbelas kasih pada diri sendiri melatih mindfulness. Ini membantu mereka untuk mengamati pikiran dan emosi mereka tanpa terhanyut di dalamnya.

Ketika mereka menghadapi emosi negatif, mereka tidak mencoba untuk menekan atau menghindarinya. Mereka mengakui keberadaan emosi tersebut dengan tenang. Dengan mindfulness, mereka dapat merespons kesulitan dengan lebih bijak.

4. Tidak Takut Emosi Negatif, Namun Menerimanya

Banyak orang mencoba untuk menghindari atau menekan emosi negatif. Namun, orang yang berbelas kasih pada diri sendiri tidak takut pada emosi ini. Mereka memahami bahwa emosi negatif adalah bagian alami dari kehidupan.

Mereka mengizinkan diri mereka untuk merasakan kesedihan, kemarahan, atau frustrasi tanpa menghakimi diri sendiri. Mereka tahu bahwa emosi ini akan berlalu pada waktunya. Penerimaan ini justru membantu mereka untuk mengatasi emosi negatif dengan lebih efektif.

5. Bertanggung Jawab atas Tindakan, Bukan Menyalahkan Diri Berlebihan

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore