
Ilustrasi - Pria yang ahli memanipulasi pada teman wanitannya. (Drazen Zigic-Freepik)
JawaPos.com - Ada perbedaan tipis antara mempengaruhi dan memanipulasi. Jika pengaruh adalah tentang meyakinkan seseorang secara sadar, manipulasi justru bekerja di balik layar, mengendalikan opini tanpa disadari oleh targetnya.
Psikologi menawarkan berbagai cara untuk melakukan ini, dan meskipun taktik ini tidak selalu etis, memahami cara kerjanya bisa membantu kita lebih waspada.
Dilansir dari geediting.com, Jumat (21/3), berikut adalah delapan trik psikologis yang sering digunakan untuk memanipulasi opini.
Anda mungkin akan terkejut menyadari betapa seringnya Anda terjebak dalam permainan ini tanpa sadar!
1. Efek Ikut-Ikutan (Bandwagon Effect)
Manusia cenderung ingin menjadi bagian dari kelompok. Ini adalah dasar dari efek ikut-ikutan, di mana seseorang mengadopsi opini atau perilaku hanya karena banyak orang lain melakukannya.
Inilah alasan tren menjadi populer dan mengapa media sosial memiliki pengaruh besar. Semakin banyak orang yang tampak mendukung sesuatu, semakin besar kemungkinan kita mengikutinya.
Namun, hanya karena sesuatu tampaknya populer, bukan berarti itu benar atau terbaik. Selalu tanyakan, apakah kita benar-benar setuju karena kita percaya, atau hanya karena semua orang melakukannya?
2. Takut Ketinggalan (FOMO – Fear of Missing Out)
Siapa yang tidak pernah merasa takut kehilangan kesempatan?
FOMO adalah trik yang memanfaatkan ketakutan bawaan kita untuk tidak ikut serta dalam suatu pengalaman. Ini sering digunakan dalam pemasaran, tetapi juga bisa memengaruhi opini kita.
Misalnya, jika seseorang terus mengatakan bahwa "semua orang akan menghadiri acara ini," Anda mungkin merasa terdorong untuk ikut meskipun awalnya tidak tertarik.
Waspadai perasaan ini, keputusan terbaik bukanlah yang didorong oleh rasa takut kehilangan, tetapi oleh pertimbangan yang matang.
3. Efek Pembingkaian (Framing Effect)
Bagaimana informasi disajikan dapat mengubah cara kita memahaminya. Misalnya, sebuah prosedur medis yang dikatakan memiliki 90% tingkat keberhasilan terdengar lebih meyakinkan daripada jika dikatakan memiliki 10% tingkat kegagalan, meskipun faktanya sama.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
