Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 22 Maret 2025 | 00.40 WIB

Awas Terjebak! Ini 8 Trik Psikologis yang Sering Digunakan Orang untuk Memanipulasi Opini

Ilustrasi - Pria yang ahli memanipulasi pada teman wanitannya. (Drazen Zigic-Freepik) - Image

Ilustrasi - Pria yang ahli memanipulasi pada teman wanitannya. (Drazen Zigic-Freepik)

JawaPos.com - Ada perbedaan tipis antara mempengaruhi dan memanipulasi. Jika pengaruh adalah tentang meyakinkan seseorang secara sadar, manipulasi justru bekerja di balik layar, mengendalikan opini tanpa disadari oleh targetnya.

Psikologi menawarkan berbagai cara untuk melakukan ini, dan meskipun taktik ini tidak selalu etis, memahami cara kerjanya bisa membantu kita lebih waspada.

Dilansir dari geediting.com, Jumat (21/3), berikut adalah delapan trik psikologis yang sering digunakan untuk memanipulasi opini.

Anda mungkin akan terkejut menyadari betapa seringnya Anda terjebak dalam permainan ini tanpa sadar!

1. Efek Ikut-Ikutan (Bandwagon Effect)

Manusia cenderung ingin menjadi bagian dari kelompok. Ini adalah dasar dari efek ikut-ikutan, di mana seseorang mengadopsi opini atau perilaku hanya karena banyak orang lain melakukannya.

Inilah alasan tren menjadi populer dan mengapa media sosial memiliki pengaruh besar. Semakin banyak orang yang tampak mendukung sesuatu, semakin besar kemungkinan kita mengikutinya.

Namun, hanya karena sesuatu tampaknya populer, bukan berarti itu benar atau terbaik. Selalu tanyakan, apakah kita benar-benar setuju karena kita percaya, atau hanya karena semua orang melakukannya?

2. Takut Ketinggalan (FOMO – Fear of Missing Out)

Siapa yang tidak pernah merasa takut kehilangan kesempatan?

FOMO adalah trik yang memanfaatkan ketakutan bawaan kita untuk tidak ikut serta dalam suatu pengalaman. Ini sering digunakan dalam pemasaran, tetapi juga bisa memengaruhi opini kita.

Misalnya, jika seseorang terus mengatakan bahwa "semua orang akan menghadiri acara ini," Anda mungkin merasa terdorong untuk ikut meskipun awalnya tidak tertarik.

Waspadai perasaan ini, keputusan terbaik bukanlah yang didorong oleh rasa takut kehilangan, tetapi oleh pertimbangan yang matang.

3. Efek Pembingkaian (Framing Effect)

Bagaimana informasi disajikan dapat mengubah cara kita memahaminya. Misalnya, sebuah prosedur medis yang dikatakan memiliki 90% tingkat keberhasilan terdengar lebih meyakinkan daripada jika dikatakan memiliki 10% tingkat kegagalan, meskipun faktanya sama.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore