Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Maret 2025 | 17.33 WIB

7 Keputusan yang Tidak Boleh Anda Ambil Setelah Pukul 9 Malam Menurut Psikologi, Salah Satunya Periksa Email Kantor

Ilustrasi delapan kebiasaan malam yang kerap dilakukan oleh mereka yang berhasil meraih impian. (Freepik) - Image

Ilustrasi delapan kebiasaan malam yang kerap dilakukan oleh mereka yang berhasil meraih impian. (Freepik)

JawaPos.com - Ada hubungan yang signifikan antara pilihan yang kita buat dan waktu kita membuatnya. Psikologi menunjukkan bahwa kemampuan pengambilan keputusan kita menurun drastis setelah jam 9 malam.

Membuat keputusan di malam hari, terutama setelah hari yang panjang, dapat menyebabkan hasil yang kurang optimal.

Otak kita tidak setajam biasanya, kesabaran kita menipis, dan kita umumnya lebih rentan membuat pilihan yang buruk.

Dalam artikel ini, saya akan mengungkap tujuh keputusan yang tidak boleh Anda ambil setelah jam 9 malam.

Wawasan ini bertujuan untuk memberi Anda pemahaman yang lebih jelas tentang bagaimana pikiran Anda bekerja di malam hari dan memandu Anda menuju kebiasaan pengambilan keputusan yang lebih baik.

Ini bukan hanya tentang mengetahui kapan waktu yang tepat untuk mengambil keputusan, tetapi juga tentang memperhatikan kondisi mental Anda. Jadi, ayo selami lebih dalam!

1) Ngemil larut malam

Kita semua pernah mengalaminya. Saat larut malam, Anda sedang menonton acara favorit Anda, dan tiba-tiba Anda ingin makan sesuatu yang manis atau asin.

Ngemil larut malam adalah keputusan yang sering kita lakukan setelah jam 9 malam.

Namun menurut psikologi, ini adalah keputusan yang mungkin tidak sesuai dengan kepentingan kita.

Secara psikologis, otak kita mengasosiasikan malam hari dengan relaksasi dan penghargaan setelah seharian bekerja.

Hal ini menyebabkan kita meraih makanan yang menenangkan yang sering kali tinggi gula dan lemak tidak sehat.

Selain itu, tubuh kita tidak dirancang untuk mencerna makanan berat pada larut malam.

Penelitian telah menunjukkan bahwa makan larut malam dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan mengganggu tidur kita.

Seperti yang pernah dikatakan oleh psikolog terkenal Sigmund Freud, “Emosi yang tidak terekspresikan tidak akan pernah mati. Mereka terkubur hidup-hidup dan akan muncul kembali dengan cara yang lebih buruk.”

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore